Berawal Dari Dunia Maya Gadis Muda Jerman Ini Gabung dengan Isis, Kini Terancam Hukuman Mati
Linda kabur dari kediamannya di sebuah kota kecil di wilayah timur Jerman, Pulnitz, tahun lalu.
Selain Linda, tentara Irak juga menemukan tiga perempuan lain yang memegang paspor Jerman meski memiliki darah Maroko, Aljazair, dan Chechnya.
Para pejabat Irak mengatakan, perempuan Jerman berdarah Maroko sudah memiliki seorang anak.
Keduanya ditemukan di Mosul sekitar 10 hari lalu.
Harian Bild mengabarkan pada Senin (23/7/2017), ayah Linda, Reiner Wenzel, mengetahui kabar soal putrinya yang hilang itu saat mendengarkan berita dari radio.
"Saya sungguh bahagia mendengar kabar bahwa putri saya masih hidup. Saya harap dia bisa pulang dalam kondisi seperti semua dan saya akan selalu mendampinginya." ujar pria tersebut.
Berita ini sebelumnya sudah diterbitkan di Kompas.com dengan judul Gadis Jerman Anggota ISIS Mengaku Amat Merindukan Keluarganya
Sultan Tahu Cara Membunuh Polisi Usai Chatting dengan ISIS
TRIBUNSUMSEL.COM, TANGERANG -- Kapolsek Tangerang Kompol Effendi masih terkulai lemah di ruang ICU RS Siloam, Karawaci, Tangerang, Jumat (21/10/2016).
Namun kondisinya perlahan-lahan mulai membaik. Lukanya memang cukup parah, akibat tusukan golok Sultan Aziansyah (22) sehari sebelumnya.
Kamis (20/10/2016) pagi, Sultan menyerang tiga anggota polisi secara brutal di kawasan Cikokol, Tangerang.
Tiga polisi yang menjadi korban penusukan adalah Kapolsek Tangerang Kompol Effendi, Kanit Dalmas Restro Tangerang Iptu Bambang Haryadi, dan anggota Satlantas Polsek Tangerang Bripka Sukardi.
"Ketiga anggota diserang, Kapolsek Tangerang yang mengalami luka lebih parah karena banyak mendapatkan tusukan yang mengarah ke jantung," kata Kapolri Jendral Tito Karnavian di RS Siloam, Jumat (21/10/2016). Kemarin Kapolri menjenguk ke RS Siloam bersama rombongan.
Kapolri sempat menceritakan bagaimana aksi heroiknya sang Kapolsek saat melumpuhkan pelaku.
"Di antara tiga korban ini, hanya Effendi yang memegang senjata di pos polisi itu saat pelaku melakukan penyerangan," ujar Tito.
Pelaku melakukan perlawanan sengit.