Trotoar di Palembang Ini Dipercantik Mirip Seperti di Singapura
Awalnya bisa dilewati tiga kendaraan sekarang hanya dua kendaraan dan jaraknya yang berdekatan antar kendaraan.
"Lihat saja kan di depan sana bagaimana," kata seorang pemilik toko yang enggan diwawancara.
Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkot Palembang mengatakan bahwa pembangunan pedesterian tersebut merupakan program Pemkot Palembang yang dikerjakan pihak pusat.
"Pembangunannya sudah kami rencanakan lama dan usulkan ke pusat karena tidak ada dana. Oleh pusat disetujui dan dibuatlah pedesterian tersebut. Yang mengelola itu Dinas Pertamanan Palembang," ujarnya via telepon.
Tambah Macet
Pembangunan pedesterian ini sedikit menambah kemacetan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Pasalnya pedesterian saat ini lebih lebar dari sebelumnya.
Apalagi ditambah dengan kendaraan yang parkir di samping pedesterian yang membuat arus lalu lintas semakin tersendat karena menggunakan badan jalan.
"Dulu kan parkir mobil bisa serong mengarah ke pertokoan tapi sekarang harus memanjang di pinggir jalan. Jadinya jalanan macet, ya tapi mau bagaimana lagi," kata Hasanudin (45) seorang warga yang membeli ban motor disalah satu toko.
Hasanudin berharap pemerintah juga bisa memperhatikan mau diparkir dimana kendaraan orang yang berbelanja.
"Jadi belanjanya bisa nyaman, tidak sembarangan parkir dan bikin kemacetan," ujarnya.
Pantauan Tribun padaa saat sore, arus kendaraan dari dan menuju Ampera berjalan merayap.
Selain karena kendaraan yang parkir sembarangan juga dikarenakan pembangunan LRT yang belum selesai dan masih ada pembatas yang memakan banyak jalan.
Awalnya bisa dilewati tiga kendaraan sekarang hanya dua kendaraan dan jaraknya yang berdekatan antar kendaraan.