Narik Penumpang di Cikarang, Tiba-tiba Driver Ini Dapat Sambutan Tidak Terduga Bikin Netizen Berang

Video berdurasi 17 detik yang dibagikan di gruop komunitas Driver Gojek itu sontak mendapat reaksi beragam dari netizen.

Penulis: Hartati | Editor: Hartati
Tribun Sumsel/ Wawan Perdana/ Kolase
ilustrasi 

Makanya gak jarang banyak berita terkait Gojek dan ojek online lainnya menjadi cepat tersebar dan viral.

Yang terakhir adalah kabar meninggalnya driver Gojek karena tabrak lari pada 4 Januari kemarin.

Bahkan jenazahnya nampak dibaringkan bersama dengan helm hijau kebanggan Gojek.

Kali ini kasusnya berbeda dan agak beruntung, bukan menimpa sang driver Gojek.

Seorang driver gojek tiba-tiba mendapat cancel order dari pelanggan pada pagi hari.

Ilustrasi driver Gojek
Ilustrasi driver Gojek / Tribun Medan

Kisah ini diceritakan oleh akun Facebook bernama Boby Zamora‎ di grup GoJek keluhan Driver dan Customer (Surabaya).

Boby memberikan penjelasan keterangan dalam gamabrnya seperti ini:

"Hadeh isuk olh dicancel ngnh iki cb opo gk nelongso"

Artinya: Hadeh pagi-pagi dapat cancel seperti ini, coba apa tidak nelangsa.

Berikut ini percakapan lengkapnya.

Gojek: "Hadeh kenapa dicancel mbak"

Penumpang: "Disuruh ibu mas..Tadi bapak sama ibuk berantem jadi saya suruh pesen gojek buat berangkat sekolah"

Penumpang: "Maaf ya mas."

Gojek: "Oh ala jadi gt ta non?"

Penumpang: "Iyh mas."

Gojek: "Trs gk skolah?"

Penumpang: "Engga mas..Dikunciin dikmr"

Dia juga mengungggah percakapan itu dalam bentuk gambar.

Percakapan Gojek dan pelanggan yang cancel order
Percakapan Gojek dan pelanggan yang cancel order / Facebook Boby Zamora

Melihat postingan ini beberapa netizen menjadi merasa ikut bersedih.

"Bisa COD gan yg terkunci di kamar.... Kasian kekna belon makan siang tuh.... Wkwkwkwk," kata Yunov Whitwicky Wijaya.

"Diparani ae omahe..warah disuruh guru e jemput," kata Rista Vermansyah.

Selalu ada hal menyenangkan dan menyedihkan dalam berbagai pekerjaan ya guys.

Driver Gojek ini Dimakamkan Bersama Helm Hijau Andalannya

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Bobby Wiratama

TRIBUNSTYLE.COM - Di setiap perjumpaan pasti akan ada perpisahan di akhirnya.

Begitu juga dengan yang namanya kehidupan.

Menjejakkan kaki di indahnya bumi ini sendiri hanyalah kesempatan sesaat.

Kepergian seseorang dari dunia ini tidak bisa diprediksi, dan kadang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Di tiap kepergian inilah, rasa sedih dan haru yang menyayat pasti menyelimuti keluarga besar yang ditinggal.

Kepedihan dan kesedihan karena kehilangan sanak saudara atau kerabat pun juga menghinggapi keluarga driver ojek online yang satu ini.

Menyakitkannya lagi, kepergian sang driver ojek online dari kehidupan ini terjadi melalui peristiwa yang begitu malang dan tragis.Pria yang mengalami nasib malang ini bernama Handy Tjandra Sasmita, yang tinggal di daerah Tangerang.

Untuk menafkahi biaya hidup keseharian keluarganya, Handy begitu mengandalkan profesinya sebagai driver ojek online GoJek.

Namun kewajibannya dalam menafkahi keluarga lewat GoJek ini menemui akhirnya pada tanggal 22 Desember lalu.

Di hari itulah, Handy menjalani saat-saat terakhirnya mencari nafkah sebagai ojek online.

Melansir dari Tribun Bogor, Kejadian malang bagi handy terjadi pada pukul 20.29 WIB di depan lampu merah Mall Alam Sutera.

Handy yang sedang mengantarkan sebuah pesanan makanan ini tiba-tiba ditabrak oleh seorang pengendara mobil tak bertanggung jawab.

Setelah menabrak, pengendara mobil ini dengan kejinya kabur meninggalkan Handy yang terkulai lema di dinginnya aspal jalanan.

Mobil putih tersebut sempat terekam CCTV, namun tak terlihat plat kendaraannya.

Berdasarkan CCTV itu pula, terlihat bahwa sang pengendara mobil tersebut masuk dari arah Serpong Bundaran Alam Sutera kemudian berbelok ke Pasar Delapan dan IKEA kemudian masuk Tol Jakarta.

Dua hari setelah kejadian tersebut Handy mengalami kondisi kritis dan harus menjalani perawatan di ICU RSUD Kota Tangerang.

Pada akhirnya, takdir berkata lain.

Di tanggal 4 Januari kemarin, Handy akhirnya meninggal dunia.

Harapan untuk terus menafkahi istri dan dua orang anaknya yang masih kecil pun tertutup sudah.

Ironisnya, sampai berita ini diturunkan, pelaku tersebut belum ditemukan.

Handy sendiri sudah dimakamkan dengan iringan driver Gojek lainnya yang selalu berikan rasa solidaritas tinggi.

Menanggapi hal ini, para pengemudi ojek online tersebut pun tetap bahu-membahu untuk menemukan si pelaku guna menegakkan keadilan dan kedamaian bagi mendiang Handy dan keluarganya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved