Ajakkan Berhubungan Intim Ditolak Berujung Pembunuhan Sadis, Kekasih Tewas dengan 14 Luka Tusuk

Korban dari Babat Toman Muba kemudian datang ke penginapan untuk menemui kekasihnya itu.

Editor: Hartati
TRIBUNJATENG/MUH RADLIS
Ilustrasi 

Tribunsumsel.com, Banyuasin - Tersangka pembunuh Mirna binti Syarkowi (36) warga Jalan Batun Baru Kecamatan Jejawi Kabupaten OKI dan warga Perindustrian II Palembang yang ditemukan tewas di Penginapan Siang Malam di Betung beberapa waktu lalu berhasil diamankan Polres Banyuasin.

Saat ini terungkap motif tersangka tega menghabisi korban dengan 14 tusukan di tubuhnya.

Tersangka, Sukri bin Ali (41) buruh serabutan yang tercatat sebagai warga jalan Pangeran Ratu RT 30 RW 09 kelurahan 15 Ulu Kecamatan SU 1 Kota Palembang ini tega menghabisi korban dengan membabi buta menusuk korban menggunakan pisau sebanyak 14 lubang karena terbakar api cemburu.

Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi SIK saat jumpa pers di Mapolres Banyuasin, Rabu siang (26/4/2017) menceritakan, awal mula terjadinya kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka karena terbakar api cemburu.

Tersangka yang lebih dahulu menyewa penginapan siang malam di Betung Jumat (14/4) sudah berjanji ingin bertemu dengan korban bertemu di penginapan itu.

Korban dari Babat Toman Muba kemudian datang ke penginapan untuk menemui kekasihnya itu.

Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi SIK saat jumpa pers tersangka
Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi SIK saat jumpa pers tersangka (Tribunsumsel.com/Defri Irawan)

" Mereka ini sebelumnya sudah janjian akan bertemu. Kemudian dipilihnya penginapan siang malam di Betung sebagai tempat pertemuan," ujar Kapolres.

Korban kemudian datang ke penginapan hendak menemui tersangka.

Pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB keduanya pesta sabu di dalam kamar yang dibawa korban dari Babat Toman.

Tersangka mengajak korban berhubungan intim namun ditolak korban karena kemaluannya masih sakit.

Sekitar pukul 20.00 WIB terlibat pertengkaran kecil tersangka dengan korban karena tersangka cemburu korban menerima telepon dari pria lain.

Pertengkaran terus berlanjut sampai pukul 04.30 WIB pagi hingga terjadilah pembunuhan sadis.

" Tersangka cemburu, terjadilah cek cok mulut dan saling dorong. Tersangka yang saat itu naik pitam menusukan pisau yang ia bawa ke dada korban hingga beberapa kali,"  terangnya.

.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved