Sosok Wanita Penerjemah Zakir Naik, Tak Hanya Pandai Bahasa Inggris Tapi Dituntut Harus Bisa ini
Fandi pun menyetujui. Setelah itu, ibu dari tiga anak ini langsung berdoa dan berniat kepada Allah SWT untuk siap menjadi penerjemah.
Namun perlu diketahui, yang mendapat kesempatan ikut dalam pertukaran pelajar ini dia yang memiliki keahlian berbahasa Inggris.
"Hanya bermodal itu, saya dulu selama setahun di Zurich bercakap pakai bahasa Inggris," katanya.
Tapi berbeda saat menjadi penerjemah Zakir Naik, seseroang penerjemah tidak hanya di tuntut berbahasa Inggris, tapi ia juga dituntut paham dalam menerjemahkan ayat-ayat suci Al-Quran.
Tak Bisa Tidur Sampai Diare
Bertemu dengan Zakir Naik adalah momen yang sangat dinantikan Astrid.
Bahkan tiga hari sebelum bertemu dokter di Mumbai ini, Astrid mengalami insomnia. Dia tidak bisa tertidur, sampai menganggu kesehatan dirinya.
"Waah, saya tidak bisa bayangkan, mungkin sangkin tegangnya. Saya diare waktu itu," katanya.
Selama tiga hari sebelum bertemu Zakir dan ribuan penonon , Astrid mengaku mengungsikan dua anaknya kecuali 'si bayi'. Hal itu dilakukan untuk mematangkan konsentrasinya, dan memperdalam lagi ceramah ust Zakir via You Tube.
"Hanya satu permintaan saya ke panitia untuk tampil, saya minta suami saya mendampingi dan menyaksikan saya di acara show ustaz," Astrid menambahkan.
Menikah tahun 2008
Sekadar diketahui, status lajang Astrid itu berakhir di tahun 2008. Saat itu, dia dipinang oleh suaminya Fandi.
Ia bertemu dengan Fandi, melalui seorang kerabatnya Andi Pangerang yang juga rekan dari Fandi.
Andi Pangerang diketahui, Sekcam Panakkukang sekrang.
Awal mula pertemuan itu berlangsung di M-Tos, april 2008 waktu itu. Tanpa pacaran, dan tak disangka Fandi pun memutuskan untuk melamar Astrid.
Astrid yang notabene anak konglomerat, ayahnya Direktur PLN Sulselbartra saat itu, tidak langsung menerima.