Helikopter TNI Hilang Kontak

Lettu Yohanes Masih Belum Ditemukan

Sementara itu, satu korban atas nama Lettu Yohanes Syahputra, perwira TNI AD asal Banyuasin, Sumsel, masih hilang.

instagram
Lettu Cpn Yohanes Syaputra Pilot yang dikabarkan hilang di perbatasan Indonesia-Malaysia 

TRIBUNSUMSEL.COM, TARAKAN - Tiga prajurit TNI AD ditemukan gugur saat kecelakaan Heli Bell 412 EP di Kalimantan Utara.

Mereka yang ditemukan meninggal adalah Lettu Cpn Ginas Sasmita Aji, Sertu Bayu Sadeli Putra dan Praka Suyanto.

"Pada 28 November 2016 pukul 13.00 Wita, tiga korban gugur ditemukan," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah di Jakarta, Senin (28/11).

Ketiganya telah dievakuasi ke RSAL Tarakan untuk menjalani prosedur medis. Kemudian pada pukul 17.00 Wita akan dibawa ke Lanud Tarakan untuk disemayamkan.

Sementara itu, satu korban atas nama Lettu Yohanes Syahputra, perwira TNI AD asal Banyuasin, Sumsel, masih hilang.

Menurut Fadilah, rencananya pada, Selasa (29/11), ketiga korban gugur akan diterbangkan ke daerah asal masing-masing.

Lettu Cpn Ginas Sasmita Aji diterbangkan ke Yogyakarta, Sertu Bayu Sadeli Putra ke Dumai, dan Praka Suyanto diterbangkan ke Madiun.

"TNI AD kehilangan putra-putra terbaiknya ketika sedang melaksanakan suatu misi dukungan logistik operasi pengamanan wilayah perbatasan negara di Desa Long Bawan," kata Fadhilah.

Lima anggota TNI berpakaiaan dinas telah mendatangi kediaman keluarga Yohanes di Desa Sungai Pinang, Rambutan, Banyuasin, Minggu malam. Mereka memberikan informasi terakhir kepada pihak keluarga secara langsung.

"Tadi ada lima anggota yang datang, kalau tidak salah dari Kodim, memberitahukan kondisi terakhir Anes (Yohanes Syahputra, red)," ujar seorang kerabat Lettu Yohanes Syaputra

Ia sempat menanyakan mengenai kondisi Yohanes Syahputra dan dibenarkan.

Sementara itu, Lettu Cpn Ginas Sasmita Aji, warga Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, itu merupakan putra dari Wardi.

Ia adalah satu dari empat korban tewas ketika helikopter tersebut hilang kontak dalam penerbangan menuju ke Long Bawan, Malinau, Kalimantan Utara.

"Berdasarkan informasi yang Saya terima dari jajaran, ada anggota TNI AD asal Kabupaten Madiun yang ikut jadi korban meninggal jauhnya helikopter di Kalimantan Utara," kata Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Inf Rachman Fikri seperti dikutip Antara, Senin (28/11).

Fikri belum mengetahui kapan jenazah Ginas akan dikirim ke kampung halamannya. "Informasinya jenazah masih di TKP (lokasi jatuhnya heli), belum bisa dievakuasi," kata dia.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved