Uang Setoran Untuk Dapat Proyek
EKSKLUSIF: Menang Modal Setoran, Proyek di Banyuasin Dikuasai Kontraktor Luar
Sejumlah pengusaha kontruksi lokal Banyuasin mengungkapkan, setoran uang untuk mendapatkan proyek terus meningkat setiap tahun.
TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Proyek pengadaan di Dinas Pendidikan Banyuasin pada 2016 senilai Rp 12,67 miliar seluruhnya dimenangkan kontraktor luar daerah.
Sejumlah pengusaha kontruksi lokal Banyuasin mengungkapkan, setoran uang untuk mendapatkan proyek terus meningkat setiap tahun. Mereka mendesak seluruh lelang proyek pada 2016 dibatalkan.
"Saya kira setor menyetor itu sudah menjadi rahasia umum, tidak ada uang tidak akan ada proyek yang didapat, kami wajib mengikuti aturan mereka kalau masih ingin hidup dari usaha ini," ungkap seorang kontraktor yang minta namanya diinisialkan, EN, kepada Tribun Sumsel.
Dia menuturkan, setoran dalam bentuk uang tunai wajib diberikan kepada seorang oknum yang telah ditunjuk SKPD yang mengadakan lelang.
"Setiap SKPD ada seorang yang dipercaya sebagai penghimpun dana setoran," katanya.
Bukankah proses lelang telah dilakukan secara online? Menurut dia, cara tersebut tidak mencegah praktik curang itu.
Seluruh proses berada di tangan pemerintah selaku kuasa anggaran sehingga apapun dilakukan untuk menjegal peserta lelang lainnya.
"Kadang kadang server dikunci dan dibuka sewaktu-waktu, ada juga cara dengan memasukkan peserta lelang fiktif, hingga menjegal peserta lain dengan permintaan persyaratan sulit dipenuhi, misalnya rekomendasi pabrikan material tertentu," jelasnya.
Dalam situasi seperti itu, katanya, para kontraktor terjepit sehingga banyak yang terpaksa turut dalam lingkaran setoran itu.
Namun terkadang bahkan setoran belum bisa menjamin sepenuhnya untuk mendapatkan proyek atau kontrak dengan nilai tertentu.
Ada kemungkinan uang yang telah disetor dikembalikan karena nilainya kalah tinggi dengan setoran yang diberikan orang lain. Atau terpaksa harus mengalihkan target proyek lainnya yang berada SKPD terkait.
“Intinya ada pada kekuatan modal. Mereka yang kuat, maka mereka yang akan memenangi lelang dan terus menerus mendapatkan pekerjaan, sementara yang lemah akan tersisih," tegasnya.
Diungkapkan kontraktor lainnya, DI, praktik setoran proyek yang terjadi membuat kontraktor lokal Banyuasin menjadi terjepit.
Keterbatasan modal yang dimiliki membuat dirinya dan sesama kontraktor lokal menjadi tersisih apalagi berhadapan dengan kontraktor dari luar kota, bahkan luar provinsi.
"Kontraktor luar akan berani menyetor dana fantastis, sementara kami di sini hanya mendapatkan sisa sisa proyek bernilai rendah. Bayangkan saja, misalnya nilai proyek Rp 400 juta, mereka berani setor hingga Rp 80 juta," katanya