Ramadan 2016
Pedagang Daging: Kalau Mau Rp 80 Ribu Beli Saja di Jakarta
"Sekarang ini sepi pembeli, kalau dulu bisa mengantongi duit Rp 50 juta dari menjual daging setiap harinya karena banyak tukang bakso dan masyarakat
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Para pedagang di Pasar Inpres Kota Prabumulih menilai adanya kabar harga daging Rp 80 ribu seperti diberitakan di televisi membuat pembeli enggan membeli daging sapi.
Terlebih harga daging di Prabumulih Rp 110 per kilogram.
Tidak hanya pembeli untuk konsumsi pribadi, para pembeli yang biasa membeli untuk kebutuhan menjual bakso bahkan beralih membeli daging ayam untuk bahan bakso.
Sembari menunggu daging impor seharga Rp 80 ribu per kilogram seperti yang dijanjikan tiba.
"Sekarang ini sepi pembeli, kalau dulu bisa mengantongi duit Rp 50 juta dari menjual daging setiap harinya karena banyak tukang bakso dan masyarakat membeli, sekarang untuk sampai Rp 5 juta saja sangat sulit."
"Pembeli sepi, terlebih ada informasi akan ada daging impor masuk dengan harga Rp 80 ribu," ungkap Ratna (40), satu diantara penjual daging di pasar inpres Prabumulih ketika diwawancarai, Jumat (10/6).
Menurut Ratna, pihaknya sendiri tidak bisa menjual daging seharga Rp 80 ribu perkilogram, disebabkan harga beli dari tempat penjagalan mengambil kisaran Rp 99 ribu.
"Kalau untuk daging khusus sop bisa dijual Rp 80 ribu, tapi kalau daging biasa tidak bisa dijual murah. Kita sudah sepi malah mau turun harga, mau makan apa kita, ini saja jualan lebih banyak ruginya, kalau mau Rp 80 ribu silahkan beli di Jakarta," bebernya.
Ratna mengatakan, jika biasanya masih bisa mengumpulkan uang dengan menjual daging, namun adanya instruksi harga daging Rp 80 ribu membuat pedagang makin kesulitan.
"Jika biasanya 300 kilogram daging mudah dijual, saat ini untuk menghabiskan 80 kilogram daging sangat sulit."
"Harusnya jika pemerintah mau menolong, daging pedagang di subsidi biar bisa jual murah dan membuat pedagang untung masyarakat untung, kalau begini malah impor daging dari luar yang belum tentu disembelih muslim atau bukan," katanya.
Terpisah, Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM dimintai tanggapan terkait harga daging tinggi tidak bisa berkomentar banyak.
"Kita tidak bisa memberikan subsidi karena pemerintah daerah saja saat ini sedang dalam kesulitan keuangan," kata dia singkat.
Pantauan Tribun Sumsel, dari jumlah belasan pedagang daging di Prabumulih saat ini hanya sekitar beberapa saja yang membuka usaha dan selebihnya tutup.
Hal itu diduga akibat pedagang bangkrut lantaran harga tinggi namun pembeli sepi.(eds)