Headline Tribun Sumsel

Tembak Mati Pembunuh Adik Saya

"Kalau saya tau siapa pembunuhnya mungkin saya akan balas bunuh, namun tidak tahu. Saya berharap polisi segera mengungkap dan menembak mati pelaku

ist
Mendiang Oktaprianto alias Botak bersama anak dan istri 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kematian Oktaprianto (24), warga Jalan Bima Taman Baka Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih akibat dibunuh kawanan begal, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga.

Istri korban, Lilis Suryani (23) terus-terusan berurai air mata dan jatuh pingsan tatkala ingat akan suaminya tercinta Oktaprianto.

Lilis mengaku tidak ada firasat sebelum sang suami pergi meninggal dunia dengan cara tragis.

"Dia tidak pernah ada masalah, tidak pernah mengganggu. Dia pendiam dan keluar rumah jika ada perlunya saja, tidak menyangka akan pergi begini. Tidak ada firasat," ungkap Lilis singkat berurai air mata ketika dibincangi wartawan, Sabtu (13/2).

Lilis bersama keluarga mengaku kesal dengaan pelaku pembunuhan yang menghabisi keluargaanya dengan cara yang sangat mengenaskan.

"Kalau saya tau siapa pembunuhnya mungkin saya akan balas bunuh, namun tidak tahu. Saya berharap polisi segera mengungkap dan menembak mati pelaku pembunuhan adik saya," ungkap kakak kandung korban yakni Perdinan (25).

Perdinan mengatakan, dirinya betul-betul tak menyangka adiknya Oktaprianto yang akrab dipanggil botak itu tewas dengan cara tragis.

"Botak (sapaan untuk Oktaprianto) bersama anak dan istri baru sehari pulang dan menginap di kediaman bapak, katanya merasa rindu keluarga. Tetapi malah ketika malam kedua menginap di rumah bapak malah jadi korban pembunuhan," lanjutnya.

Pihak keluarga sudah mempunyai banyak firasat akan terjadi hal buruk menimpa Oktaprianto, terlebih ketika melihat wajah korban yang terus bengong dengan tatapan mata kosong.

"Dia beberapa kali saya lihat menggendong anaknya sambil senyum namun mata kosong, selain itu dia juga pernah beli ikan dan dimasak ibu kami setelah sama-sama makan dia merasakan ikan pahit sementara kami tidak," katanya.

Tidak hanya itu, Botak bahkan selama di kediaman orang tuanya hanya berdiam di rumah bercengkrama dengan anak istri dan kelurga saja.

"Seharian di kamar bersama anak dan istrinya, keluar mengambil daun ubi untuk direbus namun belum jadi. Itu daun ubinya masih ada, malam keluar rumah dan tidak berpamitan, tau-tau dapat kabar dirampok," kenang Perdinan sedih.

Perdinan menuturkan, meski pilih-pilih adiknya tersebut tergolong mudah mencari teman dan bergaul, namun tidak pernah ikut teman-teman yang menyimpang.

"Dia mudah menegur namun tidak pernah ikut-ikut hal menyimpang," tuturnya. Sementara di mata tetangga lingkungan rumah, Oktaprianto tergolong pria ramah dan mudah menegur.

"Meski sedikit pendiam namun dia ramah dan suka menegur, kalau bertemu pasti senyum," ungkap Aisyiah (48), tetangga depan rumah korban.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved