Eksklusif Tribun Sumsel
Eksklusif: Ekonomi Lesu, Hidangan Imlek Tak Semeriah Tahun Lalu
Namun perayaan Imlek tahun ini sedikit berbeda. Kelesuan ekonomi yang menerpa Indonesia, global umumnya ternyata mempengaruhi, memberi dampak bagi
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tahun baru China, Imlek telah tiba. Warga keturunan Tionghoa dari berbagai daerah pulang ke kampung halaman masing-masing untuk merayakan hari besar tersebut.
Tradisi mudik menjadi kewajiban tak tertulis setiap memperingati hari besar itu.
Bertemu orangtua, sudara, dan sanak famili adalah kerinduan selama setahun. Berbagi cerita, saling maaf-memaafkan, dan berkumpul keluarga adalah sesuatu yang ditunggu dan dirindukan dalam tradisi mudik itu.
Namun perayaan Imlek tahun ini sedikit berbeda. Kelesuan ekonomi yang menerpa Indonesia, global umumnya ternyata mempengaruhi, memberi dampak bagi perayaan dan persiapan Imlek bagi keluarga keturunan Tionghoa yang merayakan tahun baru.
"Pasti ada dampaknya. Apakah itu mungkin dari hidangan makan yang tidak semeriah tahun lalu, tidak bisa belanja dan sebagainya. Namun inti dari perayaan ini, bertemu keluarga dan saling maaf-memaafkan," kata Tjik Harun, seorang tokoh Tionghoa asal Palembang.
Keramaian Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Jumat (5/2) memang tidak berbeda dibandingkan hari biasa. Tetapi suasana berbeda dirasakan Lina, warga Perumnas yang menantikan kedatangan anak, menantu, dan cucunya sore itu.
Pandangan wanita paruh baya ini seakan tidak pernah berpaling dari pintu kedatangan domestik. Setahun tidak berjumpa, Lina gembira akan berkumpul lagi bersama keluarga besarnya saat perayaan hari raya imlek, 8 Februari 2015.
“Selain anak yang datang dari Jakarta hari ini. Saudara di Bandung juga datang ke Palembang untuk kumpul merayakan imlek,” ujarnya.
Belum sempat bercerita banyak, Lina segera mengalihkan perhatian ke orang tercinta yang sudah ditunggu sejak 30 menit sebelumnya. Ia segera menyambut tangan dua cucunya, sedangkan suaminya membantu membawa tas.
Sesuai tradisi keluarga, perayaan Tahun Baru Imlek akan disemarakkan dengan acara makan malam bersama di rumah. Menunya beragam, kebanyakan jenis makanan laut.
Hal sama juga terlihat di pelabuhan Boombaru sore itu. Tiga keluarga keturunan Tionghoa sudah menunggu di kursi tunggu dermaga tersebut. Mereka tidak sendirian, mereka membawa anak bahkan orang tua. Warga keturunan itu hendak menjemput anggota keluarganya masing-masing yang tengah menumpang kapal cepat Bahari Express.
"Belum sampai," kata sopir ojek kepada warga keturunan itu, ketika menanyakan kedatangan kapal cepat yang hingga sore belum jua datang. Akhirnya setelah menunggu satu jam dari waktu biasanya datang, kapal cepat tiba di dermaga Boombaru.
Ketiga anggota keluarga keturunan Tionghoa tersebut menyambut saudara-saudara mereka yang sudah tiba. Mereka menyambut anggota keluarga dengan salam menyalami kemudian membawakan barang-barang bawaan.
Menurut Aseng, seorang dari antara mereka yang tengah menunggu mengatakan menjemput kakak kandung yang tinggal di Bangka. Ia bersama anaknya sudah menunggu sekitar setengah jam lamanya.
"Setahun sekali pulang, kumpul dengan keluarga di sini. Orang tua kan masih ada, jadi setiap tahun kakak yang tinggal di Bangka selalu mudik," ujar warga Lemabang ini.