Dua Kali Lulus UN tapi Belum Dapat Ijazah, Siswa Madrasah Frustrasi

Karena tak kunjung mengantongi ijazah, sejumlah siswa tak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagian yang sudah diterima merasa

Kompas.com
Puluhan siswa dan orang tua siswa MTS Al Bala Polewali mandar mengadu ke kantor LBH Sulbar, Selasa (26/5). Mereka berharap lembaga tersbet bisa mendampingi mereka memperjmuangkan hak-hak untuk mendapatkan ijazah agar ia bisa melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, POLEWALI MANDAR - Frustrasi karena tidak kunjung mendapatkan ijazah meski sudah dua kali berturut-turut mengikuti ujian nasional (UN), puluhan siswa dari Mts Al Bala di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengadu ke kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulbar dengan didampingi oleh orangtua masing-masing, Selasa (26/5/2015).

Karena tak kunjung mengantongi ijazah, sejumlah siswa tak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagian yang sudah diterima merasa minder di sekolah yang baru.

Marwah, salah satu siswa MTS Al Bala yang kini melanjutkan pendidikan ke salah satu sekolah SMA di Polewali Mandar ini, mengaku mulai dihinggapi rasa minder karena kerap diledek oleh siswa lain di sekolah barunya. Dia diejek belum lulus SMP karena tak ada bukti ijazah.

“Saya malau dan kerap minder, Pak, kalau diejek teman di sekolah. Guru di sekolah saya lanjut juga kerap menagih ijazah SMP saya tapi saya tak bisa memperlihatkan ke skeolah karena MTS Al Bala tempat saya ujian hingga kini belum menyerahkan ijazah kepada saya dan termasuk teman saya lainnya yang ikut ujian tahun lalu,” tutur Marwah.

Kepala sekolah MTS Al Bala Polewali Mandar, Andi Nasrullah, mengatakan, pihaknya telah mengadukan kasus ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten dan Provinsi, termasuk ke Kementerian Agama setempat. Namun, hingga kini, ijazah bagi 20 siswanya itu tak kunjung ada.

Menurut Andi, persyaratan administratif dan berita acara, termasuk tanda tangan polisi yang mengawasi jalannya UN di MTS Al Bala, sudah dipenuhi. Andi heran karena sekolahnya sudah menamatkan siswa sebanyak sembilan kali selama berdiri. Namun, baru kali ini ada siswanya yang tak bisa mendapatkan ijazah.

Dinas terkait, menurut Andi, saling lempar tanggung jawab. Dia pun mengaku bingung dan stres karena hampir setiap saat siswa dan orangtuanya mendatangi sekolah untuk mempertanyakan ijazahnya.

“Saya tak bisa berkosentrasi menjalankan tugas saya sebagai kepala sekolah lantaran masalah ini menyita waktu dan tenaga saya untuk mengurus ke sana ke mari dengan harapan hak-hak siswa dan orangtua siswa mendapatkan ijazah untuk lanjut ke sekolah lebih tinggi, namun hinga kini, nasib ijazah mereka tak jelas,” ujar Andi.

Direktur LBH Sulbar, Abdul Kadir, menilai, terkatung-katungnya nasib ijazah para siswa ini telah menghambat hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kadir mengatakan untuk tahap awal, LBH Sulbar akan mendampingi para korban mengadukan kasusnya ke DPRD Polewali Mandar agar masalah ini segera disikapi.

“Kalau cara persuasif yang mengedepankan upaya dilomasi termasuk ke DPR dan dinas terkait ini buntu, terakhir LBH akan menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak-hak anak yang ditelantarkan,” ujar Kadir.

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved