SFC TERKINI
Rizky Cs Ukir Sejarah Baru
Bukan hanya mendapatkan gelar juara, SFC U-21 pun berhasil memboyong 2 gelar bergengsi lainnya yang diraih Rizky Dwi Ramadhana.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Kegagalan Sriwijaya FC senior merengkuh gelar berhasil diselamatkan oleh SFC U-21 dengan merebut juara Indonesia Super League U-21 musim ini. Rizky Ramadhana dan kawan-kawan mengukir sejarah merebut tahtah tertinggi itu setelah di partai final menyingkirkan Mitra Kukar dengan skor 2-1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (6/9). Untuk pertama kalinya SFC menjadi kampiun ISL U-21, sejak kompetisi ini bergulir musim 2008/09.
Tropy juara itu dan uang Rp 200 juta, melengkapi kesuksesan Laskar Wong Kito senior dan junior sebagai tim juara. Pada musim kompetisi 2007-2008, SFC juga sukses mengawinkan dua gelar sekaligus yaitu juara Liga dan Piala Liga. Dengan demikian, sangat pantas jika tim kebanggaan Sumsel ini ditasihkan sebagai tim juara. Setidaknya tujuh gelar juara sudah diraih SFC senior sepanjang berkompetisi sejak 2004 lalu.
Bukan hanya mendapatkan gelar juara, SFC U-21 pun berhasil memboyong 2 gelar bergengsi lainnya yang diraih Rizky Dwi Ramadhana dengan memperoleh sepatu emas sebagai tanda top skor dengan memperoleh 9 gol musim ini, serta best player bagi pemain bernomor punggung 37 tersebut. Untuk dua gelar tersebut, Rizky mendapatkan uang tunai Rp 30 juta. Sedangkan Persipura Jayapura menjadi juara ketiga setelah, sebelumnya mengalahkan Persija Jakarta 2-0.
Sungguh senang raut muka pemain, pelatih Subangkit, serta manajemen Sriwijaya FC yang hadir saat partai final yang menghantarkan SFC U-21 menjadi sang juara. Nampak dilayar televisi yang disiarkan langsung oleh ANTV, manajemen Sriwijaya FC yang disaksikan langsung oleh Presiden Klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex serta Manajer tim SFC U-21, Augie Bunyamin yang juga merangkap sebagai Direktur Keuangan PT. SOM dan didampingi oleh Pelatih SFC U-21,Subangkit terlihat memakai tanjak (topi khas Palembang) dan nampak berseri atas kemenangan Laskar Wong Kito.
Pelatih Sriwijaya FC, Subangkit mengaku senang atas keberhasilan anak asuhnya yang mampu memecah rekor dapat meraih juara pada musim ini. Tak terkecuali bagi dirinya yang merasa ada rasa bangga tersendiri atas perolehan tersebut.
“Tentu kita bersyukur atas kemenangan ini. tadi anak-anak main sangat sempurna dengan mampu menciptakan 2 gol walaupun sebenarnya banyak peluang dari pemain kita unutk ciptakan gol lebih banyak,” kata Subangkit usai pertandingan.
Menjadi sejarah baru bagi mantan pelatih Persiwa Wamena yang secara tidak langsung berhasil membawa anak asuhnya memperoleh piala bertubi-tubi.
"Alhamdulliaah anak-anak bisa menerapkan instruksi kita saat bertanding, sehingga transisi permainan jalan dan disiplin sepanjang pertandingan tadi. Gelar ini adalah gelar perdana kita di kompetisi ISL junior. Kita persembahkan bagi para pecinta SFC, dan sebagai kado ultah pembina SFC sendiri, Bapak H Alex Noerdin," tambahnya.
Presiden Sriwijaya FC H Dodi Reza Alex sebelumnya membagikan bonus kemenangan semifinal sebesar Rp 35 juta kepada para pemain Sriwijaya FC U-21, sebelum bertanding.
"Itu hak mereka sebagai bonus masuk final, ini bonus dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin," jelas Dodi sembari akan kembali memberi bonus setelah berhasil menjadi juara.
"Ini sebagai bentuk motivasi dan dukungan dari kami manajemen dan Pak Alex selaku pembina SFC," jelas Dodi.
Unggul Kualitas
Baru 2 menit pertandingan berjalan, Mitra Kukar mengejutkan dengan mencetak gol cepat Arpani yang berada bebas di depan gawang Teja Paku Alam. Mitra Kukar berhasil unggul sementara dengan skor 1-0. Seakan tak mau ketinggalan jauh, dua menit berselang, anak-anak palem bang langsung membalas gol. Sriwijaya FC U-21 menyamakan kedudukan melalui kepala Alan Marta yang mendapatkan asist dari Setiawan langsung menembus gawang Mitra Kukar.
Sontak raut muka pemain Sriwijaya FC, pelatih Subangkit, serta Presiden Klub Dodi Reza Alex yang juga duduk di bench kegirangan. Meski sampai akhir pertandingan babak pertama, tak ada lagi gol tercipta, peluang gol dari kedua tim cukup banyak.
Memasuki babak kedua, Laskar Wong Kito berani menerobos pertahanan Mitra Kukar dengan berkumpul di depan gawang Mevlan. Bertubi-tubi serangan yang dipimpin Alan Marta gagal merobek gawang Mitra Kukar yang mendapat pengawalan ketat. Ancaman pun datang dari kubu Mitra Kukarpada menit 54, namun Teja yang sempat tersungkur berhasil mengamankan bola gempuran dua penyerang Mitra, Fadlan dan Afpani.