Drama Penyanderaan Cengal OKI: Polisi Luka, 2 Pelayan Rumah Makan Gantikan Anak Kecil yang Disandera

Pembebasan dua sandera pelayan rumah makan Marwa (18) dan Uli (16) di Desa Sungai Lumpur Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

Drama Penyanderaan Cengal OKI: Polisi Luka, 2 Pelayan Rumah Makan Gantikan Anak Kecil yang Disandera
SRIPOKU.COM
Bripka Yohanes saat dirawat di Puskesmas. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Pembebasan dua sandera pelayan rumah makan Marwa (18) dan Uli (16) di Desa Sungai Lumpur Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berlangsung menegangkan.

Akibatnya anggota Polairud Polres OKI Bripka Yohanes terkena sabetan pisau dari tersangka Untung bin Guntur (33).

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Saputra didampingi Kapolsek Cengal Ipda Eko Suseno melalui PAUR Subbag Humas Ipda Muhamad Nizar membenarkan peristiwa penyanderaan tersebut yang terjadi secara tiba-tiba.

Menurut keterangan pemilik rumah makan Seli, kejadian ini bermula dari pelaku yang menumpang speed boat secara tiba-tiba menghampiri rumah makan miliknya seraya menyandera seorang anak kecil.

“Setiba dalam rumah makan. Pelayan bernama Marwa dan Uli, turut menjadi sasaran menggantikan anak kecil yang sebelumnya disanderanya dilepaskan pelaku,” jelasnya.

Cerita Heroik Kopral Dua Ramdani Rebut Pistol Penodong di Palembang, Langsung Keluarkan Amunisi

Diteruskannya, mendapat laporan dari pemilik rumah makan, anggota Pol Airud Bripka Yohanes lalu mendatangi rumah makan yang diikuti anggota TNI Angkatan Laut Serka Anton dan Koptu Arhandi.

“Petugas yang mencoba bernegosiasi, meminta pelaku melepas pisau yang berada di tangannya. Meskipun, awalnya pelaku bersedia menyerahkan diri, dengan syarat hanya mau kalau dirinya dibawa ke Pos Airud, namun pisau tidak juga dilepaskan pelaku,” terangnya.

Dilanjutkan Nizar, tidak ingin kedua sandera terluka, polisi mengambil tindakan cepat dengan menendang kaki tersangka.

“Mendapati serangan dari petugas, pelaku yang hendak melarikan diri ini, lalu mengamuk sehingga berhasil melukai kening kanan dan tangan kanan polisi,” urainya.

Nizar mengatakan, menghindari kepungan warga, pelaku hendak meloloskan diri dengan melompat ke sungai. Namun, langkah pelaku dapat dihentikan setelah anggota TNI yang membawa senjata laras panjang mengancam akan menembak jika pelaku nekat melarikan diri.

“Sebelum diamankan petugas, warga yang terlanjur emosi lalu menghajar pelaku. Akibatnya, di sekujur tubuhnnya mengalami luka memar,” kata Kapolsek.

Disambungnya, pelaku dan petugas yang terluka mendapat perawatan di tempat berbeda. Hingga saat ini belum diketahui motif dari pelaku yang memilih enggan bicara.

“Hingga saat ini Bripka Yohanes dirawat di Puskesmas Tulung Selapan. Untuk pelaku segera dibawa ke Polsek Cengal, setelah mendapat di Puskesmas Tanjung Harapan,” tutur Kapolres.

SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Anggota Pol Airud Bripka Yohanes memgalami luka codet dibagian kening dan jemari.

Editor: Prawira Maulana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved