Berita Pagaralam
Diduga Dioplos Minyak Mentah, Wali Kota Pagaralam Ancam Setop Suplai Premium ke Pagaralam
Kesulitan masyarakat Pagaralam mendapatkan BBM Bersubsidi itu membuat pihaknya menduga jika BBM bersubsidi di Kota Pagaralam tidak tepat sasaran
TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Kota Pagaralam sejak beberapa waktu ini sulit didapat.
Bukan karena keberadaannya yang langka namun akibat panjangnya antrean kendaraan yang ingin mendapatkannya.
Bahkan untuk bisa mendapatkan BBM bersubsidi tersebut pemilik kendaraan harus memarkirkan kendaraan mereka disekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Hal itu dilalukan agar bisa mendapatkan urutan antrean pertama mengisi BBM.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Walikota Pagaralam Alpian Maskoni.
• FOTO : Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa di Benteng Kuto Besak
• Jadwal Timnas U-23 Indonesia vs Thailand di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 Jumat Sore, Live RCTI
Kesulitan masyarakat Pagaralam mendapatkan BBM Bersubsidi itu membuat pihaknya menduga jika BBM bersubsidi di Kota Pagaralam tidak tepat sasaran.
Pasalnya setiap hari kendaraan-kendaraan yang sama selalu saja mengantre BBM Premium dihampir setiap SPBU di Kota Pagaralam.
"Kami yakin jika BBM jenis premium atau minyak bensin itu tidak tepat sasaran. Pasalnya BBM bersubsidi itu diperuntukan bagi masyarakat perpenghasilan rendah."
"Namun kenyataannya saat ini kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi selalu kendaraan yang sama," ujarnya.
Kendaraan yang mengisi BBM tersebut juga banyak bukan untuk dipakai sendiri, namun diduga dijual kembali.
• Sidang di Pengadilan Negeri Lubuklinggau Sering Molor Mengakibatkan Tahanan di Polres Menumpuk
• Cemal Faruk Pemeran Key Hengkang dari Sinetron Anak Langit, Ini 3 Sinetron yang Pernah Dibintangi
Bahkan parahnya diduga minyak yang dibeli dioplos dengan minyak mentah yang didatangkan dari Jambi dan Muba.
"Kami mendapat informasi jika ada oknum yang mengoplos minyak tersebut dengan minyak mentah. Hal ini jika digunakan dikendaraan kita maka akan cepat rusak," jelasnya.
Melihat kondisi ini Walikota mengancam akan meminta pihak Pertamina untuk menyetop suplai BBM bersubsidi ke Kota Pagaralam.
Pasalnya selain tidak tepat sasaran juga menjadi aksi kejahatan dengan melakukan pengoplosan.
• FOTO : 1000 Siswa Pecahkan Rekor Muri Menggambar Kaligrafi Sastra Arab
• Hapus Istilah Sekolah Unggulan, Ini 6 SMP Percontohan di Palembang Bebas Sistem Zonasi
"Saya bisa saja meminta pihak Pertamina untuk tidak mengirim dan menyuplai BBM bersubsidi ke Pagaralam. Hal ini agar para oknum yang selalu menjadikan BBM bersubdisi ini menjadi bisnis mati dengan sendirinya," tegasnya.
Untuk mengetahui hal ini Wako akan meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan.
"Kita akan awasi, namun jika tetap saja seperti ini maka saya akan minta suplay BBM Bersubsidi ke Pagaralam distop saja," ungkapnya. (SP/ Wawan Septiawan)