Berita Palembang

Perkembangan Kasus Pembunuhan Ketua Waria Ita Sandy, Sempat Melawan saat Mau Dihabisi

Diduga korban dihabisi orang terdekat dan mengenai sisa uang yang di dapat korban dari bantuan pemerintah belum diketahui

Perkembangan Kasus Pembunuhan Ketua Waria Ita Sandy, Sempat Melawan saat Mau Dihabisi
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Kapolsek IB 1 Kompol Masnoni 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Warga Rumah Susun (Rusun) Blok 12 Lantai I Jalan Tua Patinaya Kelurahan 24 ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang dihebohkan penemuan mayat, Sabtu (16/2/2019) malam.

Mayat berjenis Kelamin laki-laki yang diketahui bernama Ismail Efendi atau Ita Sandy (56 tahun).

Ketua Perhimpunan Waria ini ditemukan meninggal di sebuah rumah sekaligus Salon gunting rambut.

Kapolsek Ilir Barat (IB) I Kompol Masnoni di dampingi Panit Reskrim Iptu Irsan mengatakan, usai kejadian pihaknya langsung olah tempat kejadian perkara.

Di sana ditemukan bekas darah, pisau di kamar mandi dan kayu balok dekat korban.

Jadwal Grand Final Proliga 2019 antara BNI 46 vs Bhayangkara Samator, Minggu 24/2 di GOR Among Raga

Pertagas Minta Maaf Suara Ledakan dan Semburan Api di Stasiun Gas Prabumulih Kagetkan Warga

"Untuk saat ini sudah tiga saksi yang kami periksa dan saat ini mengenai motifnya masih dalam penyelidikan ," tuturnya.

Dikatakan Masnoni, korban merupakan ketua komunitas Waria dan korban ini sangat tertutup orangnya.

Saat di TKP tetangga tidak mendengar suara teriakan di dalam rumah korban sehingga tidak tahu jika korban tewas dibunuh.

"Sebelumnya korban ini habis menerima dana bantuan dari pemerintah sebesar Rp 7 juta , dan uangnya di belikan sepeda motor , dan untuk sisanya belum tahu ada berapa," ungkapnya.

Meradang Dituding Pakai Tas Hermes Palsu, Barbie Kumalasari Laporkan Admin Instagram ke Polisi

Hasil Piala AFF U-22: Menang Atas Filipina, Thailand Hampir Pasti Melaju ke Semifinal, ini Syaratnya

Diduga korban dihabisi orang terdekat dan mengenai sisa uang yang di dapat korban dari bantuan pemerintah belum tahu.

Polisi baru mengetahui ada dua ponsel milik korban yang hilang.

"Dari hasil otopsi, korban mengalami luka di bagian kepala kanan, jakun sedalam 8 cm dan pergelangan tangan, diduga sebelum dibunuh korban sempat melawan ," pungkasnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved