Tips Menjadi Juara Ajang Bujang-Gadis, Ikuti Arahan Gadis Kampus Sumsel 2017 Ini

Jadi diri sendiri, pede dan berdoa adalah beberapa tips untuk jadi pemenang dari berbagai kompetisi menurut Gadis Kampus Sumsel 2017, Anindya Putri

Tips Menjadi Juara Ajang Bujang-Gadis, Ikuti Arahan Gadis Kampus Sumsel 2017 Ini
Tribunsumsel.com/ Shinta
Gadis Kampus Sumsel 2017 Anindya Putri Meylendra 

Tips Menjadi Juara Ajang Bujang-Gadis, Ikuti Arahan Gadis Kampus Sumsel 2017 Ini

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANGJadi diri sendiri, pede dan berdoa adalah beberapa tips untuk jadi pemenang dari berbagai kompetisi menurut Gadis Kampus Sumsel 2017, Anindya Putri Meylendra.

“Selain itu juga, saat proses karantina atau masa lomba, sebaiknya jangan terlalu berharap jadi juara. Nikmati saja proses menyenangkan dan tambahan ilmu yang kita terima selama masa itu," katanya.

"Anggap saja kemenangan hanya bonus, bukan tujuan utama,” ujar Anin, panggilan akrabnya, Selasa (13/11/2018).

Baca: Begini Cerita Kepala Desa SP 4 Setia Marga, Lokasi Jenazah Sofyan Driver Online Ditemukan

Anindya Putri Meylendra adalah mahasiswi jurusan Sistem Informasi Universitas Sriwijaya.

Ia berhasil menjadi Gadis Kampus sumsel dalam ajang Pemilihan Bujang Gadis Kampus (BGK) Sumsel 2017 bersama dengan Ahmad Al Qayyum SA sebagai bujangnya.

“Alhamdulillah, setelah melewati proses dan masa karantina yang panjang saya bisa terpilih jadi gadis kampus. Sama sekali gak nyangka bisa menang," katanya.

Baca: Lowongan Kerja Kementerian Sosial Cari Pendamping Sosial 117 Orang, Berikut Cara dan Syaratnya

"Karena memang dari awal niatnya ingin menambah ilmu dan pengalaman dari ajang ini,” katanya.

Tidak mudah bagi Anin untuk mendapatakan gelar Gadis Kampus Sumsel.

Sama seperti orang lain, ia pun sempat mengalami kesulitan selama menjalani masa karantina BGK Sumsel.

“Tahapan awalnya mulai dari psikotes, kemudian selama masa karantina ada tes sejarah BGK, bahasa inggris, pengetahuan umum, tes kemampuan dasar (TKD) dan terakhir tes kebudayaan," ungkapnya.

"Jujur saat melewati tes-tes itu sempat juga mikir, bisa gak ya lulus ketahap selanjutnya,” cerita Anin.

Setelah melewati berbagai proses yang berliku, Anin bisa menjadi juara.

Kini ia pun tengah disibukan menjalankan berbagai rutinitas bersama rekan-rekannya di GBK Sumsel 2017.

“Menurut saya, salah satu kelebihan dari GBK adalah tidak adanya pembagian tugas. Baik saya yang jadi juara atau finalis-finalis lain," jelasnya

"Semuanya menjalankan tugas dan porsi yang sama. Tanpa ada perbedaan, sehingga kami pun bisa sangat nyaman dan menjalankan tugas-tugas kami,”ungkapnya.

Anin dan teman-temannya kini telah berada diakhir masa tugasnya.

Ia mengatakan telah berhasil menjalankan 5 program kerja dari GBK Sumsel yaitu Inagurasi atau mengadakan acara sebagai proses saling mengenal antar anggota.

Musyawarah Besar (Mubes) ke-6, gerakan menghijaukan alam dan lingkungan (Gemilang), berbagi kemuliaan dibulan ramadhan (berlian), serta SPARKS atau gerakan menyadarkan masyarakat pada pentingnya memberikan perhatian pada penyandang disabilitas.

“Dari tugas-tugas itu yang paling berkesan untuk saya adalah SPARKS. Karena dari sana saya sangat banyak belajar, penting rasa syukur dalam hidup. Selain itu, saya juga bisa melihat senyum dari para penyandang disabiltas tersebut. Jujur, itu benar-benar berkesan di hati saya,”ujarnya.  

Setelah menyelesaikan tugasnya Anin mengaku akan fokus pada kuliahnya.

Mengingat ia kini berada di semester 7 dan bersiap menghadapi skripsi.

Seperti anak muda lain, Anin pun memiliki cita-cita yang ingin diraihnya.

Ia mengaku ingin bisa bekerja di perusahaan BUMN sekaligus menjalankan berbagai aktivitas sosial yang dapat berguna bagi orang banyak.

“Harapan saya, selain bisa mencukupkan diri sendiri, juga bisa berguna bagi orang banyak. Mimpi saya maunya membangun suatu yayasan atau sekolah. Semoga saja bisa terwujud,”harapnya. 

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved