Berita Palembang

Santri dan Mahasiswa Ponpes Thafiz Ki Marogan Palembang Doa Bersama Peringati Rebo Wekasan

Dengan memeringati Rabu Wekasan paling tidak mengingatkan ke Maulid nya, karena setelah bulan safar masuk Mualid Nabi yang merupakan bulan spesial

Santri dan Mahasiswa Ponpes Thafiz Ki Marogan Palembang Doa Bersama Peringati Rebo Wekasan
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Suasana peringatan rebo wekasan di Masjid Al Kautsar yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Thafiz Ki Marogan, Jalan Pertahanan 16 Ulu, Plaju Palembang, Rabu (7/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rabu, 7 November 2018, bertepatan dengan 29 Safar 1440 H oleh sebagian orang disebut Rebo Wekasan, Rabu Wekasan, atau Rebo Pungkasan.

Rabu Wekasan ini nama hari Rabu terakhir di bulan Safar pada Kalender lunar versi Jawa.

Beberapa orang memperingati hari Rabu Wekasan ini seperti yang ada di Pondok Pesantren Tahfiz Ki Marogan, Jalan Pertahanan 16 Ulu, Plaju.

Puluhan santri dan mahasiswa yang sedang dikarantina di Pondok Pesantren Thafiz Ki Marogan memperinganti Rabu Wekasan.

"Rabu Wekasan ini seperti kepercayaan, kami memperingatinya karena dalam hal positif seperti dengan berdoa, membaca Al Quran dan lain-lain."

"Kalau hal positifkan baik untuk dilakukan," ujar Pembina Pondok Pesantren Thafiz Ki Marogan, Masagus Ahamd Fauzan (Yayan) saat ditemui usai doa bersama, Rabu (7/11/2018).

Baca: Hasil Fuzhou China Open 2018 - Tiga Lagi Wakil Indonesia Kembali Melaju ke Babak Kedua

Baca: Klasemen Liga Champions Grup A-D : Hanya Barcelona yang Sudah Dipastikan Lolos ke Babak 16 Besar

Lebih lanjut ia mengatakan, Rabu pungkasan adalah Rabu yang terakhir di bulan Safar sebelum memasuki bulan Maulid atau Mulud atau Rabbiul Awal.

Dihari itu Pula Rasulullah Muhammad SAW awal dari jatuh sakit nya Beliau.

Selama 12 hari berturut-turut dimulai sakit nya di hari Rabu terakhir bulan Safar dan dihari Ke-12 hari Senin Maulid Rasulullah Muhammad SAW wafat meninggal dunia.

"Kalau bahasa umumnya orang bilang itu Rabu Wekasan ini Rabu sial. Untuk itu harus banyak berdoa dan melakukan kebaikan agar tidak sial."

"Namun balik-balik lagi itu atas kepercayaan masing-masing saja. Pada dasarnya hari apapun sama, hanya bagaimana kita menyikapinya saja," katanya.

Baca: Mengheningkan Cipta Serentak 60 Detik Hari Pahlawan 2018, Ini Jam dan Aktivitas Wajib Berhenti

Baca: Hari Pahlawan 2018, Ini Kumpulan Pesan-pesan Perjuangan dan Kata Mutiara Pahlawan Nasional

Menurutnya dengan memeringati Rabu Wekasan paling tidak mengingatkan ke Maulid nya, karena setelah bulan safar masuk Mualid Nabi yang merupakan bulan spesial.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved