Berita Gubernur Sumsel
PNS-Honorer Pemprov Sumsel Bakal Dapat Insentif Beras, Lajang 10 Kg dan Berumah Tangga 20 Kg
Menggunakan beras premium yang berasal dari Belitang dengan rinciannya antara lain derajat sosoh 95%, broken 15%, kadar air 14 % tidak berbau
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Provinsi menggelar rapat rencana penyaluran beras kepada ASN Pemprov di ruang rapat Setda, Senin (5/11/2018).
Pembahasan ini guna menambah kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sumsel dan peningkatkan pendapatan petani,
Rapat pembahasan pencana pengadaan dan penyaluran beras bagi (ASN) Pemprov Sumsel itu dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Yohanes Toruan.
Yohanes mengatakan, rencana ini merujuk pada misi pertama Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel yang akan membangun Sumsel barbasis ekonomi kerakyatan.
Baca: Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat Sore Ini Ditutup Menguat Rp 14.976, IHSG Menguat
Baca: Piala AFF 2018 Indonesia vs Singapura : Optimis Kalahkan Singapura, ini Taktik yang Bakal Diterapkan
Yang didukung sektor pertanian, industri, dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan baik di perkotaan maupun di pedesaan.
Adapun tujuan pemberian insentif beras bagi ASN ini bermaksud akan memberikan tambahan kesejahteraan kepada ASN Pemprov Sumsel dan peningkatkan pendapatan petani.
Berdasarkan program kerja penerbitan keputusan Gubernur tentang pemberian insentif beras bagi ASN dan Honorer, rencananya insentif beras akan diberikan masing-masing 10 Kg bagi lajang dan 20 Kg bagi yang berumah tangga.
Berdasarkan data yang diterima dari BPKAD Provinsi Sumsel 2018, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumsel sebanyak 15.329.
Secara terperincinya antara lain berkeluarga sebanyak 11.267 orang dan yang belum berkeluarga sebanyak 4.062 orang, serta honorer sebanyak 2.074 orang.
Baca: Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola : 300 Hektare Lahan Likuefaksi Saat Gempa di Palu
Baca: Polisi Bekuk Komplotan Begal Motor Modus Kenalan di Facebook, Wanita di Palembang Ini Jadi Otaknya
Dikatakan Yohanes H Toruan, meskipun hasil rapat ini belum bisa dijadikan landasan membagikan insentif beras, namun pihaknya tetap akan berupaya mendorong ASN membeli beras petani.
"Ini kita lapor ke Pak Gubernur bahwa rapat ini menyimpulkan bahwa disepakati apakah ASN akan difasilitasi oleh masing-masing koperasi di OPD, BULOG yang menjamin ketersediaan mutu dan harga," ungkapnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan saat menjabat Bupati OKU Timur pernah memberlakukan kebijakan serupa.
Tujuannya adalah meningkatkan gairah petani karena penyerapan beras yang tinggi.
"Ini upaya mendorong semangat petani. Contoh sewaktu jadi Bupati saya serap beras petani dan bagikan ke PNS dan honorer. Mereka menerima itu."
"Tujuannya bukan memberikan beras ini pada aparatur saja tapi memberi semangat petani bahwa pemerintah punya perhatian pada petani."
Baca: Hasil Akhir Indonesia vs Myanmar Piala AFF Futsal 2018 : Indonesia Menang 5-1, BBS dan Andri 2 gol
Baca: Tepis Tuduhan Isu Keluarga, Jokowi: Ibu Saya Orang Desa Dari Boyolali
"Sehingga spirit mereka terjaga karena mereka diperhatikan pemerintah," beber HD.
Untuk diketahui, kualitas beras yang akan digunakan merupakan beras premium yang berasal dari Belitang.
Rinciannya antara lain derajat sosoh 95%, broken 15%, kadar air 14 % tidak berbau dan berkutu. Untuk harga sesuai HET Rp. 12.500 Kg atau sesuai kebijakan dari Gubernur Sumsel.