Berita Palembang

Anak Herman Deru Serahkan Kukang ke BKSDA, Hewan Dilindungi Ini Dibeli Rp 350 Ribu di Pasar Burung

Selama dua hari di rumah Kukang itu diberi makan buah-buahan. Terlihat mulai stres dan tak mau makan lalu serahkan ke BKSDA Sumsel

Anak Herman Deru Serahkan Kukang ke BKSDA, Hewan Dilindungi Ini Dibeli Rp 350 Ribu di Pasar Burung
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Leony Marezza Putri dan Ratu Tenny Leriva yang merupakan anak Gubernur Sumsel, Herman Deru menyerahkan hewan yang dilindungi berupa Kukang di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumsel, Selasa (9/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Leony Marezza Putri dan Ratu Tenny Leriva yang merupakan anak Gubernur Sumsel, Herman Deru menyerahkan hewan yang dilindungi berupa Kukang ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Selatan.

Leony menceritakan, bahwa dua hari yang lalu ia bersama suami dan keponakannya mencari ikan di Pasar Burung.

Terus suaminya iseng bertanya apakah ada jual burung hantu. Kemudian si pedagang di sana mengeluarkan kotak yang katanya kuskus. Tapi ternyata kukang.

"Karena kami tahu kukang ini hewan yang dilindungi maka kami beli. Dengan niatan mau dilepaskan dan diserahkan ke BKSDA Sumsel," ujarnya saat menyerahkan satu kukang ke BKSDA Sumsel, Selasa (9/10/2018).

Baca: Burung Murai Batu dan Cucak rawa Serta 3 Jenis Lainnya tak Lagi Dilindungi, Bolehkan Memeliharanya ?

Baca: Berita Kebakaran di Kertapati, Sulismiati Menangis Histeris di Hadapan Herman Deru, Ini Dikatakannya

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa ia membeli kukang tersebut seharga Rp 350 Ribu.

Selama dua hari di rumah ia diberi makan buah-buahan. Sepertinya kukang tersebut mulai stres dan tidak mau makan, untuk itu segera di serahkan ke BKSDA Sumsel.

Sementara itu Kasubag Tata Usaha BKSDA Sumsel, Sunyoto mengatakan, memang kukang ini dilindungi. Sesuai dengan undang-undang nomor 5 tahun 1990, tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem.

"Bagi yang memperjual belikan hewan ini sesuai dengan undang-undang tersebut maka akan dikenakan denda Rp 100 Juta dan hukuman maksimal 5 tahun," jelasnya.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help