CPNS 2018

Puluhan Honorer K2 Datangi DPRD Prabumulih, Keluhkan Hanya 1 Penerimaan CPNS dari Jalur Honorer

Kedatangan puluhan honorer K2 tersebut memertanyakan kejelasan nasib mereka yang sudah lama mengabdi namun tak kunjung diangkat CPNS

Puluhan Honorer K2 Datangi DPRD Prabumulih, Keluhkan Hanya 1 Penerimaan CPNS dari Jalur Honorer
Tribun Sumsel/ Edison
Ketua DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo SE ketika menemui puluhan honorer kategori dia (K2) yang datang ke gedung DPRD Prabumulih untuk mengeluhkan nasib, Selasa (2/10/2018). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Puluhan honorer Kategori dua (K2) yang bekerja di lingkungan Pemerintah kota Prabumulih, Selasa (2/10/2018), mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prabumulih.

Kedatangan puluhan honorer K2 tersebut untuk memertanyakan kejelasan nasib mereka yang sudah lama mengabdi namun tak kunjung diangkat jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Tidak hanya itu, para Honorer yang berjumlah 74 orang di kota Prabumulih itu mengeluhkan minimnya penerimaan CPNS khusus Honorer K2 pada tahun ini yang hanya 1 orang dan itupun untuk formasi guru SD.

Baca: Polisi Diduga Bunuh Diri-Brigpol Apriadi di Makamkan Siang Tadi, Tinggalkan 3 Anak Masih Kecil

Baca: Warga Palembang Selamat dari Bencana Gempa dan Tsunami Palu, Umi Tak Mau Kembali Lagi

"Tujuan kami datang ke gedung DPRD Prabumulih untuk meminta para anggota DPRD memfasilitasi dan memperjuangkan nasib kami para Honorer K2 ini," ungkap Afrial Antoni, satu diantara honorer K2 ketika diwawancarai di gedung DPRD.

Afrial mengatakan, kedatangan pihaknya untuk meminta bantuan para anggota legislatif memperjuangkan nasib mereka agar kedepan diangkat menjadi CPNS dan jika ada penerimaan maka kuota agar diperbanyak.

"Kalau sekarang ini semua daerah ramai melakukan penerimaan CPNS dan untuk honorer K2 ada, sementara di kita Prabumulih tidak ada. Untuk itu kami mengharapkan para anggota legislatif agar memperjuangkan nasib kami ini," kata pria yang bertugas di Kelurahan Muaradua ini seraya mengatakan ada 74 orang K2 di Prabumulih.

Menanggapi itu, Ketua DPRD kota Prabumulih, H Ahmad Palo mengaku pihaknya telah menyambut kedatangan para honorer dan akan menjadwalkan ulang pertemuan dengan forum honorer K2 guna mendengarkan apa keluhan para honorer.

Baca: Cara Cek, Lapor dan Pengaduan Jika Belum Masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Baca: Kabar Rara Lida Usai Raih Juara 2 Liga Dangdut, Akhirnya Ungkap Status Pendidikannya Sekarang

"Perwakilan honorer ke DPRD tersebut berkaitan formasi dan penerimaan cpns untuk honorer, tapi belum secara menyeluruh mereka sampaikan. Untuk itu besok (hari ini-red) akan kita undang untuk menyampaikan aspirasi," katanya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan itu mengatakan, pihaknya tidak bisa menolak formasi CPNS seperti yang sudah dilakukan beberapa daerah lain disebabkan kebijakan penerimaan CPNS ditentukan pemerintah pusat.

"Namun kita akan memperjuangkan para honorer K2 karena memang kalau kita lihat mereka sudah mengabdi lama dan memang perlu diperjuangkan," bebernya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Prabumulih, M Kowi SSos penerimaan CPNS termasuk pemberian kuota honorer K2 menjadi wewenang pemerintah pusat dan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

"Kita dorong juga forum honorer untuk berjuang ke pusat, kalau kita pemerintah daerah menurut saja," ujarnya.

Baca: Tiga Makna Pidato Gubernur Sumsel Herman Deru di Depan Monpera, Ajak Wong Sumsel Junjung Keterbukaan

Baca: Pakai Kereta Prabu Jaya Perjalanan Palembang-Prabumulih 125 Menit, Sekarang Ada Tarif Promo

Disinggung apakah sudah pernah mengusulkan penerimaan atau pengangkatan K2, Kowi mengatakan hal itu sudah sering dilakukan bahkan mengusulkan penerimaan khusus tidak bergabung dengan penerimaan umum tapi pejabat pusat tidak menyetujui.

"Kenapa selama ini pemerintah kota Prabumulih tidak melakukan penerimaan umum karena ingin dari Honorer dan asli warga kota Prabumulih sehingga pengangguran di kota ini berkurang kalau dari luar pasti pindah," katanya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help