Pipa Gas Grissik-Pusri Belum Tertanam 5,5 Km, Pertagas Targetkan Proyek Selesai Akhir Oktober

Pertagas optimis tahun ini selesai, mungkin akhir Oktober atau pertengahan November nanti. Biasanya, kalau sudah selesai akan diuji coba

Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Lokasi PT Pertamina Gas (Pertagas) menanamkan pipa pada proyek pipa Gas Grissik-Pusri. Kemacetan lalulintas sering terjadi akibat penyempitan ruas jalan 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-PT Pertamina Gas (Pertagas) saat ini fokus untuk menyelesaikan penanaman pipa pada proyek pipa Gas Grissik-Pusri sepanjang 176 Km.

Jaringan ini akan mengalirkan gas untuk kebutuhan energi dan bahan baku ke PT Pupuk Sriwijaya (Pusri).

Public Relation & Corporate Social Responsibility Manager PT Pertagas, Hatim Ilwan mengungkapkan, saat ini pengerjaan pipa sudah 97 persen dari total panjang pipa 176 km yang dibangun.

Menurut Hatim, pengerjaan pipa ini diantaranya menggunakan teknik menanam pipa dibawah tanah.

Baca: Jatuh Pingsan di Panggung, Ayu Ting Ting Beberkan Kondisi Terbaru Zaskia Gotik

Baca: BREAKING NEWS: Anthony Sinisuka Ginting Juara China Open 2018,Taklukan Kento 2 Set Langsung

Pelaksanaannya menggunakan mesin boring HDD (Horisontal Direct Drilling).

"Secara keseluruhan project on schedule, progres kalau pipa yang belum tertanam sekitar 5,5 km lagi dari 176 km yang ditetapkan, artinya sudah sekitar 97 persen. Mudah-mudahan kita genjot sedemikian rupa sehingga kenyamaanan pengguna jalan, tidak tergganggu dan kita mohon dukungannya," kata Hatim, Minggu (23/9/2018).

Dijelaskan Hatim, penanaman pipa tersebut berada dibeberapa ruas jalan.

Ada beberapa pipa belum tertanam karena setop sementara selama pelaksanaan Asian Games.

Baca: Update Timnas, Kabar Luis Milla Belum Digaji PSSI, Ini Penjelasan Bima Sakti

Baca: Kecelakaan Lalulintas Renggut 5 Nyawa, di Jam Ini Mobil Besar Dilarang Masuk Kota Palembang

Lokasinya menyebar dibeberapa titik, seperti kota Palembang di Jalan Mangku Negara dan Talang Kelapa. Kemudian di Banyuasin yaitu Pangkalan Balai dan Betung.

"Kendala sejauh ini masih standar, lebih kepada bagaimana kita mengatur pekerjaan, untuk meminimalisir gangguan terhadap masyarakat."

"Karena bagaimanapun dari awal pasti kenyamanan sedikit banyaknya terganggu, dan bukan kami menyengajakannya."

"Tapi prinsipnya kita berusaha meminimalisir ketidaknyamanan tersebut, dan kami mengupayakan memberikan yang terbaik khususnya dibeberapa titik, kita mengambil metode untuk menanam pipa itu dengan menggunakan metode teknologi HDD," ungkapnya.

Baca: Beredar Pesan SBY Memberikan Dukungan ke Nomor Urut 1, ini Penjelasan Elit Demokrat

Baca: UPDATE Harga All New Brio di Palembang, Inden Sekarang Datang Oktober

Diakui Hatim, ada pengerjaan dibeberapa titik tidak mungkin ditinggakkan.

Sehingga terkadang ada waktu siang terbawa, yang selama ini biasanya pengerjaan dilakukan hanya pada malam hari, khususnya kota Palembang.

"Kalau kondisi hujan saat ini, teman- teman dilapangan akan lihat faktor keamanan. Apakah dikerjakan dan kita konsen dalam keselamatan kerja, dan itu jadi prioritas," capnya.

Baca: Dibongkar Kakak Ipar, Ternyata Ini Penyebab Lina Gugat Cerai Sule Hingga Jadi Awal Keretakan

Baca: Berita Wisata Sumsel-Nikmati Keindahan Alami Taman Bunga Seluas 6.000 Meter di Baturaja OKU

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved