Berita Lahat

Warga Lahat Kecewa Proyek Ledeng Gratis dari Dana Aspirasi 2 Tahun Tak Keluarkan Air

Warga Jalan Kehutanan IV, RT 18, Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat, kecewa dengan keberadaan pipanisasi PDAM gratis

Warga Lahat Kecewa Proyek Ledeng Gratis dari Dana Aspirasi 2 Tahun Tak Keluarkan Air
Sripo/ Ehdi Amin
Warga Jalan Kehutanan IV, RT 18, Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat, kecewa dengan keberadaan pipanisasi PDAM, Kamis (13/9/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Warga Jalan Kehutanan IV, RT 18, Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat, kecewa dengan keberadaan pipanisasi PDAM yang tersambung ke rumah rumah warga.

Proyek program pemasangan ledeng gratis dari dana aspirasi tersebut tidak mengalirkan air sama sekali.

Mirisnya, kondisi tersebut sudah berlangsung dua tahun terakhir. Bukanya menjadi solusi bagi warga namun, proyek tersebut jadi sia sia.

Baca: Asik Makan Sate Bersama Adik, Mobil Daihatsu Ayla Kesayangan Vidya Hilang di Parkiran

Baca: Heboh Rumah Eko Tertutup Tembok, Kini Aksi Anton Bangun Indekos di Tengah Jalan Warga

Warga setempatpun terpaksa harus merogoh kocek untuk membeli air bersih.

"Sudah lama terpasangnya pak. Tapi sampe detik ini tak ada air yang dialirkan. Jadi apa gunanya proyek pipanisasi ini walau gratis. Warga dua minggu sekali harus beli air. Untuk dua tedmon harganya Rp200 ribu," ungkap Iwan, warga setempat.

Senada apa yang disampaikan Herdi (35). Menurutnya, ada sekitar puluhan warga yang memasang ledeng, namun semuanya tidak ada yang mengalir.

"Saya memang ada sumur namun airnya sedikit. Kalau kemarau terpaksa beli juga," tambahnya.

Baca: Berita CPNS Terbaru : Dapat Kuota 367, Formasi CPNS di Kabupaten Muratara Didominasi Guru

Baca: Info Formasi CPNS Guru OKU Timur, Butuh Guru Agama, SD, SMP, Penjaskes, Matematika, Bahasa Inggris

Untuk itu masyarakat berharap ada solusi dari pihak terkait, agar ledeng bisa mengaliri air ke rumah- rumah warga dan pipanisasi tidak sia sia.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Lahat, Wancik mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak PDAM dan mengajak bersama untuk cek ke lapangan apa penyebab air tidak mengalir tersebut.

"Kita belum bisa menyimpulkan permasalahan ini karena apa, jadi akan kita cek dulu kondisinya,"kata Wancik.

Sementara, Direktur PDAM Lahat, Hermidi, SH mengatakan bahwa akan dilakukan rapat bersama pihak Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan terkait aduan warga tesebut.

Baca: Kenaikan Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah Belum Berpengaruh di OKI

Baca: Target Baznas Lahat Belum Tercapai, Hanya Guru di 7 Sekolah Dasar dari Ratusan SD Setor Kewajiban

"Akan kita gelar rapat dan cek lapangan, biar permasalahannnya jelas dan ada solusi bagi masyarakat," ungkapnya.

Hermidi menambahkan bahwa proyek pipanisasi di lokasi tersebut termasuk dalam program pemasangan ledeng gratis dari dana aspirasi.

Untuk di Lahat sendiri program tersebut tersebar. Pihaknya mencatat jumlah pelanggan pipanisasi PDAM yang berasal dari dana aspirasi tahun 2016 di Kota Lahat sebanyak 1.417 pelanggan. Namun pendistribusian baru terkoneksi 40 persen atau berkisar 400 sampai 600 sambungan rumah (SR).

"Kendala teknisnya diantaranya banyak kehilangan meteran air seperti yang terjadi didaerah Talang Jawa. Ada juga pipa pendistribusian harus ada sedikit pembongkaran, agar air dapat disalurkan," ungkap Hermidi. (SP/Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help