Berita Lahat

Target Baznas Lahat Belum Tercapai, Hanya Guru di 7 Sekolah Dasar dari Ratusan SD Setor Kewajiban

Ketua Baznas Lahat, H Nashir Syakni mengatakan, hingga per Juni 2018 lalu, zakat yang diterima baru Rp 800 juta saja

Target Baznas Lahat Belum Tercapai, Hanya Guru di 7 Sekolah Dasar dari Ratusan SD Setor Kewajiban
Sripo/ Ehdi Amin
Ketua Baznas Lahat, H Nashir Syakni memberikan bantuan kepada warga kurang mampu 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Target Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lahat, tahun 2018, belum tercapai.

Dari target sebesar Rp 2.815.000.000 penerimaan zakat, baru tercapai Rp800 juta.

Kondisi ini tentu akan berpengaruh pada peran Baznas dalam memberikan kontribusinya kepada negara di bidang pembangunan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan melalui pengelolaan dana zakat.

Baca: Berita Formasi CPNS OKU Timur, Terima 232 Orang, Ini Syarat Harus Dimiliki

Baca: Warga Batumarta OKU Tolak Pertambangan Batubara, Beralasan Sudah Cukup Pertanian Karet

Ketua Baznas Lahat, H Nashir Syakni mengatakan, hingga per Juni 2018 lalu, zakat yang diterima baru Rp 800 juta saja.

Angka tersebut tentu saja masih sangat jauh dari yang ditargetkan pihaknya.

“Jika dari target yang kita rencanakan untuk tahun 2018 masih jauh. Apalagi, tahun 2018 tinggal 3 bulan lagi,” ungkapnya, Kamis (13/9)

Baca: 3 Begal di Prabumulih Ancam Korban Pakai Pistol Mainan, Motor Dijual ke Penadah Rp 3 Juta

Baca: Pemerintah Sudah Siapkan Bonus Bagi Peraih Medali di Asian Para Games 2018, Ini Targetnya

Lebih lanjut diakuinya, dalam rentang dua tahun ini, kata Nashir, penerimaan zakat belum mampu mencapai target seperti di tahun 2017 lalu Baznas menargetkan sebesar Rp 3 Milyar namun hanya terealisasi Rp 2.1 Milyar.

Kendati demikian pihaknya akan memaksimalkan pemasukan yang ada tersebut dalam membantu masyarakat yang sangat membutuhkan.

Dikatakannya, salah satu faktor tidak tercapainya target adanya Instansi yang pindah ke Provinsi serta diambil alihnya Sekolah Menengah Atas (SMA) oleh pihak provinsi.

“Ada dinas yang tidak menyetor. Seperti SD hanya ada 7 SD yang menyetor dari ratusan SD yang ada. Padahal guru menjadi penyumbang terbanyak,”terangnya.

Baca: Hasil Japan Open 2018-Balaskan Kekalahan Jojo, Anthony Sinisuka Singkirkan Prannoy dari India

Pihaknya pun belum mengetahui penyebab secara pasti instansi maupun sekolah tidak menyetorkan Zakat wajib tersebut kepada pihaknya.

“Zakat ini wajib. Kita harapkan agar masyarakat lebih sadar lagi akan kewajibannya, terlebih ini untuk membantu sesama,"tuturnya. (SP/ Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved