Berita Palembang

Terima 'Pukulan Bertubi-tubi' Pedagang di Jalan Sudirman Palembang Khawatir Bangkrut

Sepanjang jalan yang terlihat rapi dan bersih itu dipasang tanda larangan parkir di sejumlah titik sehingga benar-benar tidak ada kendaraan parkir

Terima 'Pukulan Bertubi-tubi' Pedagang di Jalan Sudirman Palembang Khawatir Bangkrut
Tribun Sumsel/ Hartati
Sejumlah toko di kawasan Sudirman tutup karena pedagang mengeluh sepi omset karena kendaraan dilarang parkir sehingga pembeli harus berjalan kaki jika ingin belanja, Kamis (13/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kawasan pedestrian Sudirman Palembang yang tertata rapi dan bersih dan sedap dipandang mata ternyata menimbulkan dampak lain yang dikeluhkan pedagang di sepanjang jalan Sudirman tersebut.

Pasalnya, sejak pendestrian dibangun trotoar dan larangan parkir, pedagang mengaku sepi omzet karena jarang ada pembeli yang mampir belanja karena tidak boleh parkir.

Sepanjang jalan yang terlihat rapi dan bersih itu dipasang tanda larangan parkir di sejumlah titik sehingga benar-benar tidak ada kendaraan yang parkir.

Baca: Warga Lahat Kecewa Proyek Ledeng Gratis dari Dana Aspirasi 2 Tahun Tak Keluarkan Air

Baca: Kebakaran Hutan dan Lahan di Tulung Selapan OKI, BNPB : 29 kali Water Bombing, Api Belum Padam

Kalaupun ada hanya parkir sementara menurunkan penumpang atau mengambil barang.

"Tidak berani parkir lama karena khawatir kena derek Dishub," ujar Adi pengunjung toko di Jalan Sudirman, Kamis (13/9/2018).

Dia hanya turun membeli barang lalu pergi lagi setelah yang barang yang dicari diperoleh.

Ahua, pedagang spare part mengatakan, omzet mereka sepi sejak Asian Games bahkan setelahnya karena tidak boleh kendaraan parkir. Akibatnya pelanggan enggan belanja karena parkir jauh.

Baca: Mau Buatkan Suku Anak Dalam Rumah Permanen, Bupati Muratara Khawatir dengan Tradisi Melangun

Baca: Info Formasi CPNS Guru OKU Timur, Butuh Guru Agama, SD, SMP, Penjaskes, Matematika, Bahasa Inggris

"Omzet turun bisa puluhan juta, padahal kalau boleh parkir ramai," keluhnya.

Seperti menerima "pukulan bertubi-tubi". Selain minim pembeli karena tidak ada yang mampir belanja, efek dolar menguat juga semakin memperburuk penjualan mereka.

Dia berharap agar pemerintah mengizinkan kembali adanya parkir di sepanjang jalan Sudirman sehingga mereka bisa mendapat pelanggan, sebab jika dibiarkan terus menerus maka bisa saja usaha mereka bangkrut karena harus membayar sewa toko, karyawan, listrik dan air juga biaya lain tapi tidak ada pemasukan.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help