Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala Dibuat Sejak Tahun 1978

Menyegarkan dan mengingatkan kembali edaran untuk penggunaan pengeras suara di Masjid, Langgar dan Musala yang sudah dibuat sejak tahun 1978

Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala Dibuat Sejak Tahun 1978
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Kakanwil Kemenag Sumsel, Alfajri Zabidi saat di Kantor Kemenag Sumsel, Jumat (31/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menyikapi munculnya polemik tentang pengeras suara di media sosial maka Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) melalui Direktorat Jenderal Bimas Islam mengeluarkan surat edaran Nomor Kep/D/101/1978, tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di Masjid, Langgar dan Musala yang sudah dibuat sejak tahun 1978.

"Kita melakukan jumpa pers hari ini di kantor Kakanwil Sumsel untuk menyegarkan dan mengingatkan kembali edaran untuk penggunaan pengeras suara di Masjid, Langgar dan Musala yang sudah dibuat sejak tahun 1978," ujar Kakanwil Kemenag Sumsel, Alfajri Zabidi saat di Kantor Kemenag Sumsel, Jumat (31/8/2018).

Baca: Segini Kekayaan Idrus Marham Mantan Mensos yang Ditahan KPK Terkait Korupsi PLTU Riau

Baca: Profil Idrus Marham -- Mantan Mensos dan Sekjen Golkar yang Baru Saja Ditahan KPK

Lebih lanjut ia menjelaakan, bahwa pengeras suara di Masjid, Langgar dan Musalah sesuai surat edaran pengeras suara di maksudkan untuk memperluas jangkauan penyampaian dari apa-apa yang disiarkan dalam masjid, langgar dan musala seperti azan, iqomah, doa, takbir, pembacaan ayat Alquran, pengajian dan lain - lain.

Selain itu tuntunan penggunaan pengeras suara ada beberapa hal, yakni pengeras suara luar digunakan untuk azan sebagai penanda waktu sholat, pengeras suara dalam digunakan untuk doa dengan syarat tidak meninggikan suara dan mengutamakan suara yang merdu dan fasih serta tidak meninggikan suara.

Baca: Sejumlah Organisasi di Palembang Tolak Kehadirannya, Ratna Sarumpaet : Aku Pasti Datang

Baca: Sepak Takraw Quadrant Putra Asian Games: Tekuk Singapura, Indonesia Tantang Jepang di Final Besok

"Waktu salat subuh, sebelum subuh boleh menggunakan pengeras suara paling awal 15 menit, sebelum waktunya," katanya.

Lalu pembacaan Alquran hanya menggunakan pengeras suara keluar.
Azan waktu subuh menggunakan pengeras suara keluar, sholat subuh, kuliah subuh dan sebagainya menggunakan pengeras suara ke dalam saja.

Sementara untuk waktu sholat Asar, Magrib dan Isya yakni lima menit sebelum azan dianjurkan membaca Alquran, Azan dengan pengeras suara keluar dan ke dalam. Sesudah azan hanya menggunakan pengeras suara ke dalam.

Baca: Gubernur Sumsel Alex Noerdin Resmikan Penerbangan Garuda Indonesia Rute Palembang - Padang

Baca: Hanifan Yudani Sempat Beri Bungkusan Merah ke Presiden Jokowi, Tak Diduga Inilah Isi Didalamnya

"Untuk waktu salat zuhur dan Jumat 5 menit menjelang zuhur dan 15 menit menjelang waktu Jumat, diisi dengan bacaan Alquran yang ditujukan ke luar, demikian juga azan. Sedangkan doa, salat, pengumuman, khutbah, menggunakan pengeras suara ke dalam," tuturnya.

Mengenai waktu takbir, tarhim dan Ramadan, seperti takbir Idul Fitri atau Idul Adha dengan pengeras suara keluar.

Tarhim doa dengan pengeras suara ke dalam dan tarhim dzikir tidak menggunakan pengeras suara. Saat Ramadan siang dan malam hari bacaan Alquran menggunakan pengeras suara ke dalam.

Baca: Mahasiswi Unsri Trauma Usai Dibegal di Jalan Poros Desa Burai Ogan Ilir, Motor dan HP Dirampas

Baca: Viral Juara Stand Up Comedy HUT RI Aji Pratama Asal Palembang,Berani Sindir Fahri Hamzah & Setnov

"Waktu upacara hari besar Islam dan pengajian, tabligh hanya menggunakan pengeras suara ke dalam kecuali pengunjung atau jamaahnya meluber keluar," jelasnya.

Sementara itu terkait yang menggunakan pengeras suara seperti muadzin, pembaca Al-Qur'an, Imam Salat dan lain-lain menurit Fajri hendaknya memiliki suara yang fasih, merdu, enak didengar, tidak cemplang dan sumbang.

"Nah jika ditemukan hal-hal yang tak sesuai dengan atura tersebut maka boleh laporkan ke Kemenag Sumsel. Nanti akan kita fasilitasi hal tersebut," bebernya.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved