Berita Prabumulih

Tim Inovasi Prabumulih Minta Setiap Desa Susun Program Prioritas dan Unggulan

Dalam waktu dekat Tim inovasi desa Prabumulih akan menggelar bursa inovasi desa untuk merancang program pembangunan prioritas tingkat desa

Tim Inovasi Prabumulih Minta Setiap Desa Susun Program Prioritas dan Unggulan
Tribun Sumsel/ Edison
Tim inovasi desa tingkat kota Prabumulih ketika menggelar rapat persiapan bursa inovasi desa di Pemkot Prabumulih, Jumat (25/8/2018) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Seluruh masyarakat di desa maupun perangkat, hendaknya mulai memusyawarahkan apa yang menjadi prioritas untuk dibangun di desa masing-masing serta program unggulan desa.

Penyebabnya, dalam waktu dekat Tim inovasi desa tingkat kota Prabumulih akan menggelar bursa inovasi desa untuk merancang program pembangunan prioritas tingkat desa.

Baca: Aksi Menteri Perhubungan Dukung Tim Voli Pantai Putri Indonesia, Selebrasi Khas Sampai Teriak-teriak

Tim yang diketuai oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkot Prabumulih, Sarpan Sahir SSos Msi itu akan menjaring program prioritas desa untuk dilaksanakan pada 2019.

"Jadi bursa inovasi desa yang akan diselenggarakan pada 29 Agustus mendatang itu akan mendengarkan usulan-usulan masyarakat desa dan perangkat," ungkap Sarpan Sahir ketika diwawancarai usai rapat membahas bursa inovasi desa di gedung Pemkot Prabumulih, Jumat (24/8/2018).

Baca: Mahasiswa Asing Sebut Kondisi Penjara Anak Palembang Lebih Baik Dibandingkan Australia dan Filipina

Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan di gedung kesenian rumah dinas walikota itu menurut Sarpan, akan menggunakan dana tersendiri dari pemerintah pusat yang masuk ke rekening enam kecamatan.

"Nanti aspirasi atau usulan-usulan dari masyarakat desa akan dipilah untuk selanjutnya disusun menjadi APBDes 2019 dan selanjutnya ditetapkan, sehingga pembangunan kedepan di desa tidak menyimpang dan dana tidak salah guna," katanya.

Baca: Pria Tanpa Identitas di OKU Tewas Ditabrak Kereta Api, Petugas Sudah Ingatkan Jangan Berjalan di Rel

Sarpan mengatakan, usulan program yang akan ditetapkan tidak boleh menyimpang dari tiga prioritas penggunaan atau harus sesuai dengan ketentuan atau petunjuk dari pemerintah pusat.

"Tiga prioritas itu yakni bidang sumber daya manusia, bidang infrastruktur dan bidang kewirausahaan pengembangan ekonomi lokal. Jadi tidak boleh menyimpang dari tiga bidang itu, kecuali desa otonomi dan keinginan masyarakat maka bisa asal untuk kepentingan masyarakat," jelasnya.

Baca: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi : Jangan Takut Naik LRT, Saya Saja Naik LRT

Untuk itu pemerintah desa diminta mengunpulkan seluruh masyarakat desa untuk musyawarah menentukan prioritas pembangunan dan inovasi desa.

"Jadi pada saat bursa inovasi dibuka tidak seluruh warga hadir namun cukup perwakilan saja karena sudah dimusyawarahkan," harapnya.

Lebih lanjut Sarpan menuturkan dalam pengawasan pembagunan selain dilakukan tim dengan melibatkan dinas-dinas juga akan ada pendamping desa yang mendampingi pemerintah desa dalam melakukan pembangunan itu.

Baca: Lampaui Target di Asian Games 2018, Ini Strategi Rowing Indonesia Bidik Olimpiade Tokyo 2020

"Nanti akan ada dua kelompok kerja yang mengawasi dibantu pendamping desa yang nanti secara teknis akan membantu pemerintah desa," lanjutnya.

Penjaringan usulan atau aspirasi desa itu sudah dilakukan sejak 2017 namun selalu mengalami kendala karena dilaksanakan lambat dipenghujung tahun padahal semestinya dilakukan Agustus atau September.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help