Berita Muratara

17 Alasan Siswa Minta Kepsek SMA N Rupit Mundur, Diantaranya Siswa Daftar Ulang Bayar Rp 984 Ribu

17 tuntutan itu antara lain meminta kejelasan penggunaan dana SPP Rp 50.000/siswa selama 1 tahun pelajaran, pemotongan penerimaan dana KIP

17 Alasan Siswa Minta Kepsek SMA N Rupit Mundur, Diantaranya Siswa Daftar Ulang Bayar Rp 984 Ribu
Tribun Sumsel/ Farlin Addian
Ribuan pelajar asal SMA NEgeri Rupit yang mengadakan unjuk rasa di depan Pemkab Muratara, Senin (20/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Mengenai aksi unjuk rasa siswa dan siswi SMA Negeri Rupit, di depan halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) tercatat lebih dari 17 tuntutannya.

Tuntutannya yakni meminta kejelasan penggunaan dana SPP Rp 50.000/siswa selama 1 tahun pelajaran, pemotongan penerimaan dana KIP ketika mengambil di Lubuklinggau mendapatkan potongan Rp 75.000/siswa dan etika mengambil disekolah dipotong Rp 100.000/siswa, penagihan janji terhadap Ekstrakulikuler di SMAN Rupit, juara pertama Rp 3 juta, juara kedua Rp 2 juta dan juara ketiga Rp1 juta.

Baca: Dinas Kesehatan Sumsel Tetap Salurkan Vaksin MR Sampai Muncul Keputusan Menteri Kesehatan

Kemudian, pembayaran uang bangku baru kelas X Rp 100 ribu, kelas XI Rp 50 ribu dan kelas XII Rp 35 ribu, pembuatan jembatan penghubung antar lokal kelas X menggunakan seng bekas, penagihan janji pada siswa yang mengikuti olimpiade mendapatkan piagang dari sekolah, penuntutan kualitas belajar dan memgajar diperbaiki.

Selanjutnya, seluruh ekstrakulikuler tidak berjalan, Wc umum tidak layak pakai dan tidak dapat digunakan, organisasi dan akademisi sering tidak berangkat dengan alasan tidak ada dana, pasilitas olahraga yang rusak tidak diperbaiki dan yang belum selesai terbengkalai, penggunaan dana BOSS hanya diketahui pihak sekolah dan tidak diketahui pihak lain.

Baca: Kapolda Sumsel : Sholat Idul Adha di Sekitar Masjid Agung dan Ampera Boleh, tak Ganggu Asian Games

Lalu, kejelasan dana pembinaan dan perlombaan organisasi yang menggunakan dana pribadi siswa didik, alat marching band yang tidak layak pakai namun masih digunakan dengan alasan tidak ada dana.

Ancaman tidak membayar SPP siswa tidak dapat mengikuti ujian, biaya pendaftaran ulang bagi siswa baru cowok Rp 984 ribu, cewek 974 ribu.tanpa sosialisasi pihak sekolah pada wali murid dan lapangan upacara rusak tidak diperbaiki

Dari tuntutan tersebut meminta kepala SMAN Rupit diturunkan dan digantikan yang baru sebagaimana tercatat pada karton warna putih yang dibawak pengunjuk rasa.

Baca: Upaya 2 Pria Mura Tipu Polisi Terbongkar, Ngaku Dipukul Perampok Pakai Pistol Tapi Tanpa Bekas Luka

Sementara, Kepsek SMAN Rupit, Suprihartini mengatakan mengenai demo ini diduga ada yang menggerakkan siswa dan siswi SMA Negeri Rupit karena ketidak puasan.

Disinggung apa siswa yang ikut aksi unjuk rasa ini akan diberikan sanksi dia mengajawab bahwa belum bisa memutuskan karena kesalahan ini murni dari orang yang menggerak mereka untuk melakukan demo.

"Ini ada oknum yang menggerak mereka, tapi caranya salah karena anak anak itu tidak tahu apa apa," katanya.

Baca: Vaksin Measles Rubella Haram, MUI Beri Penjelasan Bagaimana Status Orang Terlanjur Imunisasi

Sedangkan, Koordinator Pengawas SMA, SMK, Disdik Sumsel, Drs Mardansah, M.Pd mengatakan adanya kejadian aksi unjuk rasa ini merupakan kurangnya komunikasi.

"Kami melihat di SMAN Rupit ini adanya miss komunikasi sehingga menimbulkan permasalahan permasalahan," katanya.

Baca: NU dan Muhammadiyah Sama-sama Tetapkan Idul Adha Rabu 22 Agustus 2018 (1439 H)

Sehingga dirinya menekankan agar pihak SMAN Rupit secepatnya melakukan rapat dengan mengundang elemen guru dan Komite sekolah supaya permasalahan ini diselesaikan.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved