Vaksin MR

Unsur Vaksin Measles Rubella Haram, MUI Beri Penjelasan Bagaimana Status Orang Terlanjur Imunisasi

Sebagian besar masyarakat tidak mau di vaksin dengan yang haram. Untuk itu seharusnya Menteri Kesehatan mencari vaksin yang halal

Unsur Vaksin Measles Rubella Haram, MUI Beri Penjelasan Bagaimana Status Orang Terlanjur Imunisasi
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Ketua MUI Sumsel, Aflatun Muchtar saat pres conferenc di Kantor LP POM MUI Sumsel Senin (6/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Palembang telah mengetahui bahwa vaksin Measles Rubella (MR) tersebut mengandung unsur babi dan organ manusia.

"Ia saya sudah baca di grub MUI bahwa LPPOM pusat menyatakan bahwa vaksin MR mengandung unsur babi. Untuk itu kami masih menunggu hasil resmi dari LPPOM pusat dan juga menunggu surat edaran dari MUI pusat," ujar Ketua MUI Palembang, Saim Marhadan saat dikonfirmasi, Senin (20/8/2018).

Baca: Gempa Lombok Terasa Sampai Bali, Esteban Viscarra Gendong Anak Berlari Turun dari Lantai 4 Hotel

Baca: 8 Mantan Atlet yang Sukses Jadi Artis. No 3 Pernah Kumpulkan Puluhan Medali Emas

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa sebelumnya juga sudah ada edaran antara MUI dan Menkes bahwa dilakukan penundaan sementara sampai dikeluarkannya hasil resmi.

Namun bagi yang sudah melakukan vaksin MR, karena atas ketidak tahuan ia tidak apa-apa.

Baca: Usung Konsep Green Sport City, Alex Noerdin Akan Tertibkan Kendaraan Bahan Bakar Fosil Masih di JSC

Hal senanda juga disampaikan oleh Ketua MUI Sumsel, Aflatun Muchtar melalui Wakil Sekertaris MUI Sumsel, Mahmud Jamhur bahwa bagi yang sudah melakukan vaksin MR atas ketidak tahuan komposisinya tidak apa-apa.

"Ya namanya sudah terlanjur, semoga Allah SWT mengampuni, karena tidak tahu telah memasukkan zat haram ke dalam tubuh. Sesuai dengan hadits Shahih Riwayat Ibnu Mâjah, al-Baihaqi, ad-Dâraquthni, al-Hâkim, Ibnu Hibbân," ujarnya.

Baca: NU dan Muhammadiyah Sama-sama Tetapkan Idul Adha Rabu 22 Agustus 2018 (1439 H)

Lebih lanjut ia menjelaskan hadits tersebut, Rasulullah Saw besabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَـا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ تَـجَاوَزَ لِـيْ عَنْ أُمَّتِيْ الْـخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوْا عَلَيْهِ. حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَالْبَيْهَقِيُّ وَغَيْرُهُمَـا

"Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallambersabda, ”Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla memaafkan kesalahan (yang tanpa sengaja) dan (kesalahan karena) lupa dari umatku serta kesalahan yang terpaksa dilakukan.” (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Mâjah, al-Baihaqi, ad-Dâraquthni, al-Hâkim, Ibnu Hibbân).

Baca: LRT Palembang Mulai Layani Masyarakat Umum, Kuota Penumpang Setiap Stasiun Berbeda

"Terkait vaksin MR yang ada mengandung unsur babinya MUI Sumsul juga sudah mendapatkan infonya. Untuk itu dalam waktu dekat kami akan menyurati Dinkes Sumsel dan mengumumkan kembali terkait hal ini," ujarnya.

Ia pun menambahkan, Seharusnya pihak Dinkes menyetop dulu, karena merugikan masyarakat. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat tidak mau di vaksin dengan yang haram. Untuk itu seharusnya Menteri Kesehatan segera mencari vaksin yang halal.

Baca: Gempa Lombok Sebagai Bencana Nasional. Jokowi : Ini Baru Disiapkan Inpresnya

"Vaksin MR itu droping dari pusat. Gak mungkin daerah mengadakan sendiri karena sangat mahal, kalo vaksin (beli) sendiri bisa Rp 500 Ribu per paket. Maka sewajarnya Dinkes meminta Kemenkes pusat untuk stop vaksin haram, dan segera cari vaksin halal. Baru programnya lanjut, jangan cuma manut aja dan kejar tayang," cetusnya

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help