Berita Muratara

Tari Dulang Muratara Meriahkan Hari Lingkungan Hidup, Sejarahnya Terinspirasi Warga Mendulang Emas

Dengan melihat irama mereka menggoyangkan dulang tersebut sehingga cocok dijadikan tarian khas daerah

Tari Dulang Muratara Meriahkan Hari Lingkungan Hidup, Sejarahnya Terinspirasi Warga Mendulang Emas
Tribun Sumsel/ Farlin Addian
Tari Dulang dari Sanggar Beghaes binaan Disbudpar Kabupaten Muratara sedang diperagakan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Tari Dulang meriahkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang bertepatan di Danau Raya, Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit.

Pembina Sanggar Kopek Beghaes di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Muratara, Herlina mengatakan tari dulang tersebut terinspirasi terhadap warga di Desa Muara Tiku.

Dimana sebagian warga desa tersebut beraktivitas mencari emas menggunakan sebuah dulang yang terbuat dari kayu.

Baca: Deretan Perempuan Tangguh Pengendali Api Gambut OKI, Rika Berprofesi Guru PAUD

"Dengan melihat irama mereka menggoyangkan dulang tersebut sehingga cocok dijadikan tarian khas daerah," kata Herlina.

Untuk itu, lanjutnya dalam tarian tersebut menunjukkan cara warga mendulang emas dengan gerakan ayunan kekiri, kekanan dan memutar dulangnya dengan iraman yang indah.

Latihan gerakan mengayun tarian dulang ini tidak mudah dan butuh kekompakan yang serius karena dilakukan oleh banyak orang, sedangkan warga yang mendulang emas sungguhan hanya sendirian.

Baca: GNPF Ulama, Dorong Ustaz Arifin dan AA Gym Calon Alternatif Prabowo

"Tapi latihan tarian dulang ini bisa dipelahati dalam lima hari, namun melatih kekompakan mereka agak lama," ujarnya.

Sedangkan, Arinda Widiya seorang pembina juga mengatakan sejak tarian dulang ini terbentuk pernah mengikuti fastival di Kota Pagar Alam dan disambut antusias oleh masyarakatnya.

"Kita berharap tarian ini terus berkembang dan maju sehingga keunikan tariannya bisa dilirik daerah lain untuk mempelajarinya," kata Arinda.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help