Berita Muara Enim
212 Orang Tenaga Kerja Asing Bekerja di Muara Enim, Paling Banyak Bekerja di PT ini
Hingga saat ini tercatat ada sebanyak 212 Warga Negara Asing (WNA) yang tercatat sebagai Tenaga Kerja di Kabupaten Muaraenim
Penulis: Ika Anggraeni | Editor: M. Syah Beni
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni
TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM- Hingga saat ini tercatat ada sebanyak 212 Warga Negara Asing (WNA) yang tercatat sebagai Tenaga Kerja di Kabupaten Muaraenim,Selasa,(15/5).
Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing yang dilaksanakan di Hotel Griya Sintesa Muaraenim.
Baca: Tolak Doktrin Jihad Orangtuanya, 1 Anak Pelaku Bom Bunuh Diri di Sidoarjo Lolos dari Maut
Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Kantor Imigrasi klas II Muaraenim,Telmaizul Syatri dari data yang ada di Kantor Imigrasi Muaraenim sebanyak 212 WNA yang tercatat sebagai tenaga kerja di kabupaten Muaraenim.
" Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 115 WNA berwarga negara Tiongkok, 43 warga negara Jepang, India 4 orang, Filipina 12 orang, sisanya adalah warga Vietman dan inggris," jelasnya.
Dikatakan Telmaizul, adapun perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing terbanyak adalah PT GHEMMI yang berlokasi dikecamatan Rambang Dangku.
Baca: Selamat Dari Ledakan Bom, Begini Kondisi Terkini Anak Pelaku Bom di Polretabes Surabaya
" Di PT GHEMMI tercatat ada sebanyak 48 Warga Negara Tiongkok yang bekerja, dan sebagian besar warga negara tingkok ini bekerja di perusahaan PLTU yang ada di Kabupaten Muaraenim," jelasnya.
Selain itu lanjutnya sebagian besar WNA yang bekerja di Muaraenim adalah pria.
" Tapi ada juga 6 Tenaga Kerja Asing Wanita yang bekerja di Muaraenim seperti di PT TEL, GHEMMI, Marubeni dan yang lainnya," terangnya.
Baca: BREAKING NEWS : Geger, Pria di OKU Timur Bunuh Istrinya Sendiri Secara Sadis
Dikatakan Telmaizul, Pengawasan WNA yang dilakukan Tim PORA tentu sangat diperlukan,sehingga tidak ada masalah yang timbul terhadap WNA yang ada di Muaraenim.
Sementara itu Asisten III Pemkab Muaraenin,M Teguh Jaya mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut.
" Pengawasan terhadap orang asing tentu sangat diperlukan, apalagi belakangan ini di berbagai media maraknya isu hoak terkaik keberadaan dan aktifitas tenaga kerja asing yang meresakan masyarakat dan membuat kesimpangsiuran informasi, dan melalui rapat tim pora ini diharapkan Pemkab Muaraenim mendapat data yang real terkait jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Muaraenim sehingga lebih mudah untuk dilakukan pengawasan," katanya.
Baca: Tetangga Pelaku Bom Polresta Surabaya Langsung Kosongkan Rumah, Ini yang Dilakukan Densus 88
Di jelaskannya berdasarkan hasil rapat masih ada ketidaksinkronan data jumlah tenaga kerja asing yang ada.
" Dimana di Dinas tenaga kerja tercatat ada sebanyak 161 TKA yang ada di Muaraenim sementara dari data imigrasi ternyata ada 212, nah perbedaan data ini juga yang harus disingkronkan terlebih dahulu sehingga semuanya dapat kita awasi," pungkasnya.
Baca: Merinding ! Polisi Ungkap Isi Buku Panduan Teroris Pelaku Bom Surabaya,Diajarkan ke Anak Mereka?