Berita Palembang

Hendak Jambret HP di Pasar Cinde, Andika Malah Babak Belur Dihajar Warga

Andika (33), warga Jalan Kapten Cek Syeh Kelurahan 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) II ini harus mendekam di sel tahanan

Hendak Jambret HP di Pasar Cinde, Andika Malah Babak Belur Dihajar Warga
tribunsumsel.com/Khairil
penjambretan 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Andika (33), warga Jalan Kapten Cek Syeh Kelurahan 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) II ini harus mendekam di sel tahanan Polresta Palembang.

Ia diamankan, karena terlibat aksi penjambretan sebuah handphone (hp) saat ia melintas di kawasan Pasar Cinde, Sabtu (17/3) sore yang lalu.

Tak hanya harus mendekam dibalik jeruji besi, karena gagal menjambret.

Andikapun harus menahan sakit disekujur tubuhnya, usai menjadi korban ‎amuk massa.

Informasinya, peristiwa tersebut bermula saat Andika berama rekannya GD yang masih menjadi DPO melintas‎ di lokasi kejadian.

Lalu, saat itulah ia melihat korban yang bernama Sani (29),‎ tengah menelepon berada di pinggir jalan.

Tanpa ragu, para pelaku langsung menarik hp tersebut.

Melihat hpnya ditarik pelaku, Sanipun kaget dan sontak berteriak.

Mendengar teriakan tersebut, membuat warga yang berada disekitar lokasi langsung melakukan pengejaran, dan akhirnya menangkap Andika, sementara rekannya berhasil kabur.

"Hpnya jatuh pak saat mau kabur itu," terangnya saat dibincangi, Minggu (18/3).‎

Andika mengaku, terpaksa melakukan penjambretan tersebut karena tak memiliki uang untuk makan sehari-hari.

Sementara, ia tidak memiliki pekerjaan.

"Rencananya kalau berhasil, hpnya mau dijual di Cinde, tapi gagal," keluhnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas Polresta Palembang, Iptu Samsul menerangkan, atas ulahnya tersebut, membuat Andika terancama akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"‎Kita masih kembangkan lagi kasus ini, apakah ada kemungkinan pelaku terlibat kasus kriminal lainnya. Sementara yang DPO ‎dalam pengejaran," tegasnya. (str)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help