Di Kampus ini, Siap-siap Say Goodbye Buat Dosen Cuma Lulusan S1

Rektor Universitas PGRI Palembang, Bukman Lian mengatakan ia berupaya agar tak ada lagi dosen yang mengajar di U-PGRI ini yang berstatus S1.

Di Kampus ini, Siap-siap Say Goodbye Buat Dosen Cuma Lulusan S1
ISTIMEWA
Kampus Univ PGRI 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG  --  Guna meningkatkan akreditasi dan kualitas pendidikan di kampus Universitas Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Palembang akan terus memberikan yang terbaik.

Salah satunya status dosen atau tenaga pengajar yang terus dikejar oleh kampus biru --sebutan Universitas PGRI Palembang-- agar tak ada lago dosen yang masih berstatus strata satu (S1).

Rektor Universitas PGRI Palembang, Bukman Lian mengatakan ia berupaya agar tak ada lagi dosen yang mengajar di U-PGRI ini yang berstatus S1.

"Kita targetkan zero S1 untuk dosen yang mengajar. Minimal S2 karena ini sesuai dengan Kemenristekdikti," ujarnya, Jumat (12/1/2018).

Lanjutnya, sejalan dengan program ia yang menjabat sebagai rektor baru tahun 2017-2021 ia menginginkan kualitas tenaga pengajar ini dapat terus meningkat.

"Saya ingin Universitas PGRI ini harus unggul dalam pendidikan. Karena itu kita dorong agar dosen yang mengajar dan masih status S1 untuk bisa melanjutkan kembali kuliahnya," jelas dia.

Baginya, kualitas pendidikan adalah nomor satu dan U-PGRI Palembang harus mampu bersaing di era digitalisasi saat ini.

"Apalagi saat ini era sudah digitalisasi. Karena itu kita harus mampu bersaing dan mencetak mahasiswa yang berkualitas baik dan mampu bersaing," ungkapnya.

Diakuinya, saat ini masih ada dosen yang berstatus S1 namun untuk jumlahnya ia pun belum dapat mengetahui secara pasti.

Tak hanya itu, ia pun juga mendorong dosen untuk melakukan penelitian agar semakin menambah kualitas dari dosen tersebut.

"Kemenristek dikti selalu menggelontorkan dana untuk penelitian dosen. Kita ingin dan kita akan dorong agar para dosen di sini bisa melakukan penelitian yang berguna bagi masyarakat," ungkap dia.(rie)

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help