Berita Ogan Komering Ilir

Stok LPG 3 Kg di OKI Dipastikan Aman, Warga Diimbau Tidak Panic Buying Jelang Nataru

Pertamina mengamankan distribusi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mengantisipasi adanya lonjakan permintaan energi di akhir tahun

Tayang:
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
GAS ELPIJI - Pegawai tengah mengisi gas elpiji subsidi 3 kilogram di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Sarana Agung Jaya Kecamatan Kayuagung untuk didistribusikan ke seluruh wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Sabtu (13/12/2025) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Mengantisipasi adanya lonjakan permintaan energi di akhir tahun 2025 ini, Pertamina bergerak cepat mengamankan distribusi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Sebanyak 45 hingga 50 ton LPG subsidi 3 kilogram digelontorkan setiap harinya melalui Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Sarana Agung Jaya memastikan kebutuhan dapur warga dari perkotaan hingga pelosok desa terpenuhi selama momen natal dan tahun baru 2025.

Manager SPBE Sarana Agung Jaya, Muhammad Fatoni mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema khusus mengamankan distribusi.

Menurutnya, penambahan suplai adalah prosedur standar Pertamina setiap menjelang hari besar.

"Penambahan pasokan gas LPG di setiap SPBE memang bersifat fluktuatif mengikuti kebutuhan lapangan. Namun jelang Nataru, Pertamina biasanya melakukan penambahan suplai. Karena itu stok di OKI dipastikan aman dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Fatoni dikonfirmasi pada Sabtu (11/12/2025) siang.

Ditegaskan dia, sebagai salah satu stasiun pengisian terbesar di OKI, pihaknya memegang peran vital.

Dirincikan Fatoni, setiap harinya mereka menyalurkan volume gas yang signifikan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Setiap hari kami menyalurkan 45 hingga 50 ton LPG 3 Kg ke berbagai agen dan sub agen. Dengan kapasitas tersebut, kami mampu mengakomodasi kebutuhan dari kecamatan hingga wilayah pelosok," sambungnya.

Ia menegaskan, sejauh ini distribusi berjalan lancar tak kendala berarti.

Pengiriman agen resmi dilakukan ketat sesuai kuota, ketepatan waktu dan standar keamanan tabung.

Guna menjamin tidak ada celah kecurangan atau hambatan distribusi, Pertamina menerjunkan satuan tugas (Satgas) Nataru.

Satgas ini bertugas memonitor kondisi lapangan secara real time.

"Setiap menjelang Nataru, Satgas Pertamina aktif memonitor. Kami selalu mendapat arahan langsung agar distribusi lancar dan tidak menimbulkan gejolak harga atau kelangkaan," tambah Fatoni.

Dengan jaminan stok yang memadai, masyarakat OKI diminta tetap tenang dan berbelanja secara wajar.

Pembelian berlebihan (panic buying) justru dikhawatirkan memicu kelangkaan semu yang dapat merugikan banyak pihak.

Selain itu, pertamina mengingatkan warga untuk membeli LPG 3 Kg hanya di pangkalan resmi. 

"Langkah ini sangat penting agar masyarakat mendapatkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dan terhindar dari permainan harga oleh oknum pengecer tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved