Berita OKI

Jalan Penghubung Cengal-Sungai Menang OKI Jadi Kubangan Lumpur, Imbas Over Tonase dan Hujan

Jalan poros penghubung Cengal-Sungai Menang OKI rusak parah. Bupati OKi, Muchendi Mahzareki mengalihkan lalu lintas ke jalan perusahaan

Tayang:
Dokumentasi/Pemkab OKI
JALAN RUSAK -- Kondisi terkini jalan rusak di penghubung Kecamatan Cengal menuju Sungai Menang di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sabtu (13/12/2025). Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengalihkan lalu lintas warga melewati jalan milik perusahaan. 

 

Ringkasan Berita:
  • Jalan poros penghubung Kecamatan Cengal menuju Sungai Menang OKI rusak parah
  • Selain karena hujan, kerusakan jalan juga diperparah kendaraan angkutan yang melintas over muatan
  • Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengalihkan lalu lintas warga melewati jalan milik perusahaan

TRIBUNSUMSEL.COM KAYUAGUNG -- Jalan poros yang menghubungkan antara Kecamatan Cengal menuju Sungai Menang di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami kerusakan parah. 

Tak hanya karena diguyur hujan, kondisi ini juga diperparah dengan kendaraan angkutan yang melintas dengan membawa muatan berlebih (over tonase).

Akibatnya, badan jalan di Dusun Rimba Naning, Desa Sidomulyo ini berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan kendaraan untuk melintas.

Melihat kondisi tersebut, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki yang turun langsung ke lokasi memutuskan untuk mengalihkan lalu lintas warga melewati jalan milik perusahaan.

Solusi sementara ini didapat setelah berkoordinasi langsung dengan manajemen perusahaan agar membuka akses di kebun telaga hikmah empat.

"Prioritas utama pembukaan jalan ini untuk memastikan distribusi bahan pokok ke wilayah Sungai Menang dan Cengal tidak terputus," ujarnya ketika dikonfirmasi, Sabtu (13/12/2025) siang.

Baca juga: Tak Lagi Bergantung dengan Perahu, Herman Deru Janji Jembatan Gantung di Benawa OKI Segera Dibangun

Muchendi menyoroti kerusakan jalan bukan hanya disebabkan oleh faktor alam, tapi diperparah dengan kendaraan angkutan yang melintas muatan berlebih (over tonase).

Oleh karena itu, ia mengimbau para sopir truk sawit dan karet sadar diri dengan mengurangi beban muatan saat melintasi jalur alternatif perusahaan.

"Langkah ini diperlukan untuk menjaga kondisi jalan perusahaan yang kini difungsikan sebagai jalur alternatif. Jika muatan berlebih, bukan tidak mungkin jalan alternatif ini juga rusak," bebernya.

Sementara untuk perbaikan permanen jalan poros, Pemkab OKI melalui Dinas PUPR menyatakan anggaran telah tersedia dan tinggal menunggu kondisi cuaca membaik untuk eksekusi fisik.

"Untuk penanganan darurat, Dinas PUPR telah menyiagakan alat berat dilokasi. Tujuannya untuk menjaga konektivitas wilayah dan mencegah kerusakan yang semakin meluas," tandasnya.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved