Berita OKI
Manfaatkan Lahan Kosong Seluas 1 Hektar, Lapas Kelas II B Kayuagung Tanam Sayur dan Buah
Inisiatif ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang digalakkan memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Sri Hidayatun
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayuagung memanfaatkan lahan kosong yang kini berubah menjadi hamparan hijau ditanami berbagai jenis sayur-mayur dan buah - buahan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang digalakkan memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lapas Kayuagung, Syaikoni melalui Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), M. Yusuf kegiatan pertanian dilakukan untuk mendukung program ketahanan pangan di area lapas.
"Untuk ketahanan pangan di Lapas Kayuagung ini ada beberapa kegiatan untuk warga binaan. Ada yang di dalam (lapas) dan ada yang diarea sarana asimilasi dan edukasi (SAE) di belakang lapas," ujar Yusuf diwawancarai di lokasi perkebunan, Selasa (9/12/2025) siang.
Menurutnya, pihak lapas akan terus memaksimalkan aset lahan yang dimiliki untuk kegiatan produktif seperti ini.
"Total luas area SAE ini mencapai kurang lebih 2 hektar, dengan 1 hektar lahan aktif dipakai untuk khusus bercocok tanam dan sisanya sebagai infrastruktur jalan dan perumahan dinas," ungkapnya.
Beragam komoditas berhasil dikembangkan di lahan ini. Untuk area di dalam tembok lapas, warga binaan memanfaatkannya menanam melon, kacang tanah, ubi sela dan jagung.
"Sedangkan di area SAE (luar tembok), ada sayuran seperti cabai, kangkung, kacang panjang, labu, pisang, buah naga, jeruk, anggur hingga rambutan," ujarnya.
Baca juga: Lapas Kayuagung Bangun Green House Budidaya Buah Melon, Jadi Sekolah Bagi Warga Binaan
Selain sebagai sarana produktivitas dan pembinaan di bidang pertanian, Yusuf mengaku lahan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi siswa sekolah di Kayuagung dan sekitar.
"Belum lama ini kami sudah menerima kunjungan siswa-siswi sekolah SD IT Bina Insani Kayuagung. Mereka diajarkan langsung praktek cara untuk menanam kangkung, cabai dan lainnya,"
"Memang lokasi ini dapat menjadi wisata edukasi bagi masyarakat dan anak-anak sekolah," paparnya.
Dijelaskan Yusuf, tidak sembarang narapidana bisa ikut dan menggarap lahan di area luar (SAE). Mereka yang bekerja adalah warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif dan telah melalui sidang tim pengamat pemasyarakatan atau TPP.
"Saat ini ada 4 orang warga binaan yang dikerjakan disini. Mereka semua telah menjalani setengah dari masa pidana dan juga kami sidangkan asimilasi," jelasnya
Meski hasil panen cukup melimpah, Yusuf menyebutkan saat ini hasil pertanian belum dipasarkan ke luar. Prioritas utama hasil panen penuhi kebutuhan pangan internal lapas.
"Hasilnya masih untuk konsumsi warga binaan ke dapur lapas. Jadi belum keluar, karena hasilnya baru mencukupi untuk kebutuhan dapur lapas saja," ungkapnya.
Ke depannya, Lapas Kayuagung tak hanya fokus pertanian, tetapi mulai merambah ke sektor perikanan.
"Kami telah melakukan penyebaran bibit ikan lele sebagai langkah awal pengembangan budidaya perikanan di area tersebut," pungkasnya.
Baca berita lainnya di google news
| Wanita 51 Tahun di Tulung Selapan OKI Ditangkap Polisi, Simpan Puluhan Ekstasi Siap Edar |
|
|---|
| Polsek Pedamaran Timur Ratakan Lapak Judi Sabung Ayam di Kayulabu, Ancaman 9 Tahun Penjara |
|
|---|
| Pengedar Sabu di Lempuing OKI Diciduk Polisi saat Sembunyi di Kamar Mandi, 11 Paket Sabu Diamankan |
|
|---|
| Menolak Punah, Pengrajin Gerabah di Kedaton OKI Tetap Eksis, Dijual Hingga ke Luar Daerah |
|
|---|
| Diterjang Angin Kencang, Pohon Kapuk Ukuran Raksasa di OKI Tumbang, Listrik Padam dan Jalan Tertutup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Pegawai-Lapas-Kayuagung.jpg)