Banjir di PALI

Banjir Melanda Talang Ubi PALI, Ratusan Rumah Terendam, Jembatan Rusak

Namun, genangan tidak berlangsung lama. Pada Jumat (12/9/2025) pagi, air sudah berangsur surut dan aktivitas kendaraan kembali normal.

Penulis: Apriansyah Iskandar | Editor: Slamet Teguh
SRIPOKU/Apriansyah Iskandar
BANJIR DI PALI -- Permukiman warga di Talang Pipa, Kecamatan Talang Ubi, PALI, masih terendam banjir setinggi sekitar 1 meter akibat luapan Sungai Abab, Jumat (12/9/2025). Ratusan rumah terdampak banjir. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel sejak Kamis (11/9/2025) sore hingga malam mengakibatkan sejumlah area di Kecamatan Talang Ubi terendam banjir.

Banjir di Jalan Utama Surut, di Talang Pipa Masih Terendam

Pantauan Tribun Sumsel kawasan jalan utama di Simpang Raja dan Jalan Merdeka KM 10 di Kelurahan Handayani Mulya sempat tergenang air setinggi 30-50 sentimeter. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh. Beberapa kendaraan memilih menepi dan menunggu air surut.

Bahkan, ada sebuah mobil yang sempat terjebak di Jalan Merdeka KM 10, tetapi berhasil dievakuasi tanpa menimbulkan korban.

Menurut warga, genangan ini dipicu oleh sistem drainase yang buruk sehingga air hujan tidak dapat mengalir cepat ke parit dan meluap ke jalan. Kondisi ini juga terjadi di kawasan Simpang Raja, bahkan sempat masuk ke permukiman warga.

Namun, genangan tidak berlangsung lama. Pada Jumat (12/9/2025) pagi, air sudah berangsur surut dan aktivitas kendaraan kembali normal.

Berbeda dengan jalan utama, kondisi di Talang Pipa, Kelurahan Talang Ubi Barat, masih terendam banjir. Ketinggian air mencapai sekitar 100 sentimeter di permukiman padat penduduk yang berada tepat di bantaran Sungai Abab. Ratusan rumah terdampak di kawasan yang memang menjadi langganan banjir ini.

"Air mulai menggenangi bagian bawah rumah sejak pukul 11 malam tadi," ungkap Sugianto (47), warga Talang Pipa, Jumat (12/9/2025).

Ia menyebut ada ratusan rumah yang terdampak. Warga harus memindahkan barang-barang berharga ke lantai atas rumah panggung, sementara aktivitas sehari-hari terganggu karena jalan masuk ke permukiman masih digenangi air.

"Kami berharap pemerintah bisa mencarikan solusi agar rumah kami tidak selalu kebanjiran setiap hujan deras," keluhnya. Ia juga berharap adanya penanganan serius, bukan hanya tanggap darurat. "Normalisasi Sungai Abab dan perbaikan sistem drainase dinilai penting agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan," tambahnya.

Baca juga: Banjir di PALI, Ratusan Rumah Terendam Hingga 1 Meter, Warga Diimbau Waspada Potensi Kembali Hujan

Baca juga: BREAKING NEWS: Hujan Deras Picu Banjir di Talang Ubi PALI, Ratusan Rumah Terdampak

Tanggapan Pihak Berwenang

Lurah Talang Ubi Timur sekaligus Plt. Lurah Talang Ubi Barat, Rita Anwar, mengatakan pihaknya sudah turun ke lapangan sejak laporan banjir masuk. Ia bersama pegawai kelurahan mendata warga terdampak sekaligus memantau situasi terkini.

"Sejak tadi malam ada sejumlah titik di wilayah kita yang terdampak banjir. Di Talang Pipa saat ini masih banjir. Kami sudah laporkan ke kecamatan dan instansi terkait," ujarnya saat meninjau lokasi.

Menurut Rita, banjir di Talang Pipa disebabkan oleh luapan Sungai Abab akibat hujan deras. "Debit air sangat besar, apalagi permukiman berada dekat bantaran sungai, jadi air cepat naik. Meski saat ini sudah berangsur surut, kami imbau warga untuk tetap waspada jika hujan deras kembali mengguyur," katanya.

Menanggapi situasi ini, Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, bersama tim gabungan langsung terjun ke lapangan untuk memantau dan memberikan imbauan kepada masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved