Banjir di PALI
Luapan Sungai Lematang Rendam 10 Desa di Tanah Abang PALI, Sekolah Terapkan Belajar Daring
Genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada kegiatan pendidikan dan mata pencaharian masyarakat.
Penulis: Mat Bodok | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Luapan Sungai Lematang merendam 10 desa di Kecamatan Tanah Abang PALI, mengganggu permukiman, sekolah, dan kebun karet warga.
- Sejumlah sekolah terdampak menerapkan pembelajaran daring, sementara petani menghentikan aktivitas karena kebun terendam hingga 175 cm.
- BPBD PALI mencatat warga membutuhkan air bersih dan perahu, serta mengimbau kewaspadaan terhadap banjir dan arus deras.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALI – Luapan air Sungai Lematang di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, merendam permukiman warga, sekolah, serta perkebunan karet, Jumat (6/2/2026).
Genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada kegiatan pendidikan dan mata pencaharian masyarakat.
Sejumlah petani karet terpaksa menghentikan aktivitas menderes karena kebun terendam air setinggi 50 hingga 70 sentimeter dalam sepekan terakhir.
“Air Sungai Lematang terus naik dan kebun karet terendam,” ujar Dedi, warga Desa Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang, yang berharap adanya perhatian pemerintah untuk membantu petani terdampak.
Akibat banjir, beberapa sekolah di wilayah terdampak terpaksa menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan beralih ke sistem daring.
Kepala Dinas Pendidikan PALI, Harun SH MH, mengatakan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski dilakukan secara daring dari rumah.
“Belajar tidak diliburkan, hanya dialihkan secara daring. Siswa tetap dalam bimbingan guru agar proses belajar mengajar tetap berjalan,” kata Harun.
Ia menyebutkan, sekolah yang terdampak banjir dan menerapkan pembelajaran daring meliputi empat SD Negeri yakni SDN 7, 11, 13, dan 16, serta dua SMP di Kecamatan Tanah Abang.
Sementara sekolah yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasa.
Baca juga: Semalaman Diguyur Hujan Deras, Warga Talang Kelapa Banyuasin Was-was, Diminta Waspada Terjadi Banjir
Baca juga: Banjir Hujatan Warganet, Ratu Rizky Nabila Unggah Pesan Bijak setelah Pesulap Merah Ngaku Poligami
Sementara itu, Kepala BPBD PALI, Ir Ahmad Hidayat ST MM, membenarkan bahwa banjir merendam 10 desa di Kecamatan Tanah Abang, yakni Desa Curup, Bumi Ayu, Tanah Abang Selatan, Sukaraja, Muara Sungai, Tanah Abang Utara, Tanjung Dalam, Pandan, Modong, dan Sedupi.
“Ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 175 sentimeter, dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dan luapan Sungai Lematang,” jelasnya.
Ia menambahkan, dampak banjir membuat warga membutuhkan bantuan air bersih dan perahu sebagai sarana transportasi serta evakuasi dari kawasan terdampak.
“Saat ini masyarakat membutuhkan air bersih dan perahu untuk mobilitas,” ungkapnya.
BPBD PALI bersama tim gabungan terus melakukan monitoring dan pemantauan debit air Sungai Lematang secara berkala. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan arus air yang deras.
“Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar lebih berhati-hati serta waspada terhadap potensi bahaya banjir,” pungkasnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com
| Antisipasi Potensi Banjir, Debit Air di Sungai Sebagut, Penungkal, dan Abab di PALI Dipantau |
|
|---|
| Dampak Banjir, 6 Sekolah di PALI Terapkan Sistem Belajar Daring, Disdik Pastikan MBG Tetap Berjalan |
|
|---|
| Talang Ubi PALI Dikepung Banjir Kiriman, Akses Jalan Lumpuh dan Jembatan Rapuh Terancam Roboh |
|
|---|
| Desa Sungai Ibul PALI Terendam Banjir Akibat Sungai Meluap, Jalan Raya Nyaris Putus |
|
|---|
| Sungai Penukal Meluap, Jalan Poros Desa Sungai Ibul PALI Lumpuh, Terendam Banjir Setinggi 1 M |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Luapan-Sungai-Lematang-Rendam-10-Desa-di-Tanah-Abang-PALI-Sekolah-Terapkan-Belajar-Daring.jpg)