Berita Lubuklinggau

Anak SD di Lubuklinggau Terindikasi Diabetes, Dinkes Ingatkan Bahaya Jajanan Instan

Baru-baru ini warga Kota Lubuklinggau temukan seorang anak sekolah dasar (SD) yang terindikasi menderita Diabetes Melitus (DM). 

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
BERI KETERANGAN -- Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi saat memberikan keterangan pada wartawan, Minggu (7/9/2025). Erwin mengingatkan temuan adanya bocah SD di Lubuklinggau terindikasi diabetes menjadi pengingat bagi semua pihak terutama orang tua, juga pihak sekolah agar lebih waspada terhadap pola makan dan gaya hidup anak. 

Laporan  wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis 


TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Baru-baru ini warga Kota Lubuklinggau Sumsel dikejutkan dengan temuan seorang anak sekolah dasar (SD) yang terindikasi menderita Diabetes Melitus (DM). 

Gula darah siswi kelas 3 SD tersebut mencapai 265. 

Kasus temuan itu ditemukan ketika tim Puskesmas melakukan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke sekolah-sekolah beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi menyampaikan setelah mendapat penangan dari Dinkes dan dilakukan pengecekan kesehatan lagi ternyata gula darahnya normal.

"Sudah kita cek lagi ternyata gula darahnya 85-100, artinya itu sekarang normal," kata Erwin pada wartawan, Minggu (7/9/2025).

Erwin menduga saat pengecekan di sekolah, anak tersebut banyak mengonsumsi minuman atau makanan manis, kemudian pasca temuan itu pihak Puskesmas langsung mengedukasi orang tuanya.

Baca juga: Nakes Puskesmas Temukan Sejumlah Bocah SD di Lubuklinggau Idap Diabetes, Ada yang Sudah Cuci Darah

Walau pun kemarin sempat diduga alat yang digunakan tidak valid atau rusak. Namun ketika dicek untuk teman-temannya yang lain ternyata valid, artinya bukan alatnya yang rusak.

"Kemarin kita cek dua kali bukan sekali, jadi tidak valid karena alat tidak, tapi itu bisa jadi karena faktor makanan itu," ungkapnya.

Erwin pun mengatakan temuan ini menjadi pengingat bagi semua pihak terutama orang tua, juga pihak sekolah agar lebih waspada terhadap pola makan dan gaya hidup anak.

“Dengan adanya temuan ini (anak SD yang terindikasi diabetes), menjadi peringatan serius, karena diabetes tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak,” ujarnya.

Menurut Erwin, beberapa faktor yang bisa memicu diabetes pada anak di antaranya, obesitas dan pola makan tinggi gula.

"Kurangnya aktivitas fisik akibat terlalu sering bermain gadget.Infeksi virus tertentu yang memicu gangguan sistem kekebalan," ujarnya.

Selain itu, Lahir prematur atau berat badan rendah.

Faktor genetik, terutama jika ada riwayat keluarga dengan diabetes.Gangguan produksi insulin akibat kerusakan sel pankreas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved