Berita Pali
Lagi, Kelewar Bersarang di Plafon Sekolah di PALI, Kali ini SDN 3 Tanah Abang, Damkar Turun Tangan
Suasana belajar di SDN 3 Tanah Abang, Kecamatan Tanah Abang, PALI sempat terganggu akibat adanya kelelawar yang bersarang di plafon sekolah
Penulis: Apriansyah Iskandar | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Suasana belajar di SDN 3 Tanah Abang, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sempat terganggu akibat adanya kelelawar yang bersarang di plafon gedung sekolah.
Ini bukan kali pertama kelelawar membuat sarang di bangunan sekolah Kabupaten PALI. Sebelumnya ribuan kelelawar juga membuat sarang di SMPN 4 Talang Ubi, PALI hingga sempat mengganggu proses belajar-mengajar.
Laporan adanya kelelawar yang membuat sarang di SDN 3 Tanah Abang telah sampai ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) PALI karena laporan pihak sekolah.
Merespon laporan itu, Tim peleton 3 Damkar PALI berangkat menuju sekolah pada Kamis (28/8/2025) pukul 12.10 WIB dengan membawa satu unit mobil rescue dan peralatan khusus.
Setiba di lokasi sekitar pukul 13.13 WIB, tim langsung melakukan pengecekan ke dalam ruang kelas yang menjadi sarang kelelawar.
Petugas menggunakan tangga untuk menjangkau plafon tempat kelelawar bersarang.
Dengan alat semprot dan perlengkapan keselamatan, tim berusaha menghalau dan mengusir kelelawar yang bersembunyi di balik plafon.
Baca juga: Ruang Kelas SMPN 4 Talang Ubi PALI Dikepung Kelelawar, Siswa Harus Belajar di Halaman Beralas Terpal
Semprotan berupa cairan khusus yang diberikan itu, untuk mencegah agar kelelawar tidak kembali bersarang di plafon.
Evakuasi berlangsung hati-hati karena sebagian kelelawar beterbangan liar di dalam kelas.
“Setelah menerima laporan dari pihak sekolah, kami pada hari Kamis kemarin, segera menurunkan personel dengan peralatan lengkap. Petugas naik ke plafon menggunakan tangga, kemudian melakukan penyemprotan dan pengusiran kelelawar agar keluar dari sarangnya,” jelas Faisal Al Muslim, SKM, Kepala Bidang Pencegahan Damkar PALI yang juga menjadi koordinator lapangan, di konfirmasi Jum'at (29/8/2025).
Evakuasi memakan waktu cukup lama, dari pukul 13.20 WIB hingga 15.30 WIB, karena jumlah kelelawar cukup banyak dan sarangnya berada di sudut plafon yang sulit dijangkau.
Meski begitu, proses evakuasi berjalan lancar dan tidak menimbulkan korban.
Faisal menegaskan, keberadaan kelelawar di sekolah tidak bisa dianggap sepele. Selain dapat menganggu aktivitas belajar dan mengajar, kelelawar juga berisiko menyebarkan penyakit.
“Tujuan kami memastikan kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal dan siswa merasa aman. Kelelawar ini tidak boleh dibiarkan karena bisa membawa potensi penyakit dan mengganggu kesehatan,” tegasnya.
Pihak sekolah pun lega setelah evakuasi selesai. Kini, ruang kelas kembali aman dan nyaman untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.
Launching Perdana Digelar di SDN 2, MBG di Tanah Abang PALI Mulai Didistribusikan ke 3.150 Pelajar |
![]() |
---|
Jawaban Nasib Para Honorer di PALI, BKPSDM Usulkan 1.086 Formasi PPPK Paruh Waktu |
![]() |
---|
Raih Penghargaan Dari Pemerintah, Nyatanya 71 Koperasi Desa Merah Putih di PALI Belum Berjalan |
![]() |
---|
Sepanjang 2025, Tercatat 49 Warga PALI Terjangkit Demam Berdarah, Dinkes Minta Warga Jangan Lengah |
![]() |
---|
Pencuri HP di Tanah Abang PALI Diringkus Polisi saat Sedang Tertidur di Pondok Karet |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.