Berita Ogan Komering Ilir
Tak Lagi Sulit Angkut Hasil Panen, 4 Jembatan di OKI Resmi Buka Keterisolasian Warga Pelosok Desa
Mendistribusikan hasil panen kini tidak lagi menjadi kendala yang menguras waktu dan tenaga bagi masyarakat di empat desa di wilayah pelosok OKI
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Kharisma Tri Saputra
Ringkasan Berita:
- Kendala distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang selama ini menguras waktu serta tenaga masyarakat di pelosok OKI kini resmi teratasi.
- Melalui kucuran BKBK Pemprov Sumsel, empat jembatan baru terintegrasi sukses dibangun.
- Jembatan diresmikan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru.
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Mendistribusikan hasil panen kini tidak lagi menjadi kendala yang menguras waktu dan tenaga bagi masyarakat di empat desa di wilayah pelosok Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Berkat kucuran Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, empat jembatan baru kini membentang kokoh, memangkas jarak tempuh sekaligus membuka akses kesejahteraan bagi para petani dan pekebun di kawasan tersebut.
Keempat jembatan tersebut berada di Desa Ulak Jermun, Kecamatan Sirah Pulau Padang; Desa Bubusan, Kecamatan Jejawi; Desa Gading Sari, Kecamatan Mesuji Makmur; serta satu titik lainnya di wilayah Kecamatan Mesuji.
Kepala Desa Ulak Jermun, Fitrianti, mengatakan jembatan baru tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat. Aktivitas sehari-hari yang sebelumnya memakan waktu lama kini menjadi lebih efisien.
Sebelumnya, keterbatasan akses kerap menjadi kendala bagi warga, terutama saat mengangkut hasil pertanian dan perkebunan ke luar desa.
"Jembatan ini sangat membantu masyarakat. Akses menjadi lebih mudah sehingga pengangkutan hasil pertanian dan kebutuhan lainnya juga lebih lancar," ungkap Fitrianti di lokasi peresmian jembatan, Minggu (14/6/2026) sore.
Dengan infrastruktur baru tersebut, waktu tempuh masyarakat berkurang secara signifikan sehingga perputaran ekonomi desa diharapkan menjadi lebih cepat.
Hadir di lokasi, Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, menegaskan dukungan Pemprov Sumsel melalui program BKBK menjadi salah satu pilar penting dalam mempercepat pembangunan di daerahnya.
"Alhamdulillah, Kabupaten OKI menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pembangunan infrastruktur. Empat jembatan yang dibangun diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat," paparnya.
Menurutnya, jembatan-jembatan tersebut merupakan sarana penting untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga.
"Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan konektivitas antarwilayah di OKI semakin baik sehingga pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa tidak lagi sekadar wacana," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menekankan bahwa infrastruktur yang memadai merupakan hak masyarakat sekaligus salah satu kunci peningkatan kesejahteraan.
"Kita terus berbenah untuk kemajuan Sumatera Selatan. Infrastruktur yang dibangun harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Herman Deru.
Di balik pembangunan tersebut, terdapat kontribusi masyarakat yang patut diapresiasi. Pembangunan jembatan tidak lepas dari dukungan keluarga Riera Echo Rienalda yang menghibahkan sebagian lahannya untuk kepentingan umum.
"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga Riera yang telah dengan ikhlas menghibahkan sebagian lahannya demi kepentingan umum," ujarnya.
Dukungan nyata dari masyarakat tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyediaan fasilitas publik yang bermanfaat bagi banyak orang.
"Pembangunan infrastruktur akan berjalan lebih cepat apabila mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat," pungkasnya.
| Sikat Kabel Kusut di Jalan Pahlawan, Pemkab OKI Sulap Wajah Kota Kayuagung Jadi Lebih Estetik & Aman |
|
|---|
| Sempat Keropos dan Bikin Was-was, Polisi dan Warga Kebut Perbaikan Jembatan Merah Putih di OKI |
|
|---|
| Dukung Gerakan Indonesia Asri, 61 Personel Polres OKI Hijaukan Komplek Aspol dengan Pohon Mangga |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 1447 H, Harga Karet di OKI Tembus Rp 20.000 per Kg, Tertinggi Sepanjang Tahun 2026 |
|
|---|
| Kisah Inspiratif Sukirman, Purnawirawan TNI di OKI yang Sukses Rintis Usaha Ternak Ayam Petelur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/jembatan-oki-14-6-2026.jpg)