Berita Ogan Komering Ilir

Jelang Idul Adha 1447 H, Harga Karet di OKI Tembus Rp 20.000 per Kg, Tertinggi Sepanjang Tahun 2026

Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, harga getah karet kering di sebagian besar wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus meroket

Tayang:
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
Menjelang hari raya Idul Adha, harga jual getah karet di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus merangkak naik mencapai Rp 18. 000 hingga 20.000 sesuai dengan kadar karet kering (KKK) pada Minggu (24/5/2026) siang. 
Ringkasan Berita:
  • Menjelang perayaan Idul Adha, harga jual getah karet kering di tingkat petani OKI mengalami lonjakan signifikan hingga menyentuh level tertinggi sepanjang tahun 2026.
  • Di kawasan Kecamatan Mesuji Raya dan sekitarnya, harga getah karet kini bertengger di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram.
  • Kendati harga komoditas sedang melambung tinggi, para petani mengeluhkan kendala cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengganggu aktivitas penyadapan (nderes) dan memangkas volume produksi harian.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, harga getah karet kering di sebagian besar wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus meroket dan memberikan harapan baru bagi perekonomian masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, harga jual karet di tingkat petani disebut-sebut telah menyentuh angka tertinggi sepanjang periode tahun 2026.

Dari pantauan di lapangan, kenaikan harga ini memang tidak seragam di setiap wilayah, namun trennya menunjukkan peningkatan positif.

Seorang petani di Kecamatan Mesuji Raya, Nawawi, mengungkapkan getah karet kini dihargai kisaran Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram, berlaku untuk hasil sadapan mingguan dan bulanan sesuai kadar karet kering (KKK).

"Terakhir saya jual hasil karet mingguan Rp 18.000 per kilogram. Alhamdulillah naik terus bulan Mei ini, terutama saat mendekati Lebaran," ujarnya saat dimintai keterangan, Minggu (24/5/2026) siang.

Namun, di balik senyum tipis para petani, terselip keluh kesah. Tingginya intensitas hujan di sebagian wilayah Bumi Bende Seguguk belakangan ini menjadi kendala.

Hujan deras yang sering turun mendadak membuat aktivitas nderes (menyadap) terganggu karena getah sering hanyut terbawa air sebelum sempat membeku.

"Di tengah harga yang sedang mahal dalam sebulan terakhir, ada kendala hujan deras yang terus-menerus turun seperti sekarang sehingga getah yang dihasilkan menjadi berkurang.

Dalam satu hektare lahan karet, saya cuma dapat sekitar 100 kilogram per dua minggu panen," keluhnya.

Hal senada diutarakan petani lainnya, Darwin, yang membenarkan bahwa saat ini harga dari tangan tengkulak memang sedang manis-manisnya.

Meski kualitas getah yang dihasilkan di tiap desa berbeda-beda, harga Rp 20.000 per kilogram merupakan pencapaian tertinggi sejauh ini pada tahun 2026.

"Memang lagi mahal-mahalnya. Di tempat kami hasil karet bulanan tembus Rp 20.000 per kilo. Ini harga tertinggi yang kami rasakan selama tahun 2026," ujar Darwin dengan nada senang.

Menurutnya, para petani berharap tren kenaikan harga tidak berhenti sampai di sini. Apalagi, mereka mulai bersiap memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah harga sembako yang kini mulai melambung tinggi.

"Kami sangat berharap harga terus naik, kalau bisa sampai Rp 30.000 per kilogram. Supaya kami para petani bisa memenuhi keperluan saat Lebaran," tuturnya.

Bagi dirinya dan ribuan petani karet di OKI, pekerjaan menyadap karet adalah satu-satunya tumpuan hidup. Berapa pun harga yang ditetapkan pasar, mereka tetap melakoni pekerjaan tersebut demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kebun karet ini adalah pendapatan utama kami satu-satunya. Hasil inilah yang dipakai untuk makan sehari-hari dan membiayai kebutuhan keluarga," pungkasnya.

Berikut harga indikasi karet SGX-SICOM Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan kadar karet kering yang dikeluarkan pada Jumat, 22 Mei 2026:

• Kadar 100 persen: Rp 39.179/kg
• Kadar 70 persen: Rp 27.425/kg
• Kadar 60 persen: Rp 23.507/kg
• Kadar 50 persen: Rp 19.589/kg
• Kadar 40 persen: Rp 15.671/kg
• Kadar 30 persen: Rp 11.753/kg

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved