Berita Ogan Komering Ilir

Kisah Inspiratif Sukirman, Purnawirawan TNI di OKI yang Sukses Rintis Usaha Ternak Ayam Petelur

Usaha ternak ayam petelur milik Sukirman di Desa Sindang Sari, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir

Tayang:
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Moch Krisna
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
PETERNAK TELUR AYAM : Kandang ternak ayam petelur milik Sukirman di Desa Sindang Sari, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mampu hasilkan 19 kilogram telur ayam setiap harinya demi memenuhi kebutuhan pasar lokal. 

Ringkasan Berita:
  • Sukirman, seorang purnawirawan TNI Kodim 0402/OKI, sukses merintis usaha ternak 550 ekor ayam petelur di pekarangan rumahnya untuk mengisi masa pensiun.
  • Peternakan di Lempuing ini mampu memproduksi 19 kilogram telur per hari dan ditargetkan meningkat hingga 30 kilogram jika seluruh ayam telah produktif.
  • Hasil panen dijual seharga Rp27 ribu per kilogram dan selalu habis diborong oleh pelaku usaha roti, rumah makan, hingga warung sembako lokal.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Usaha ternak ayam petelur milik Sukirman di Desa Sindang Sari, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan kini mulai membuahkan hasil manis.

Memasuki pertengahan bulan Mei 2026, peternakan mandiri tersebut mampu memproduksi hingga 19 kilogram telur ayam setiap harinya demi memenuhi kebutuhan pasar lokal.

"Alhamdulillah, ayam-ayam sudah mulai bertelur sehingga bisa dipanen setiap hari. Kalau panen telur biasanya sore," ujar Sukirman saat dikonfirmasi pada Jumat (15/5/2026) sore.

Dijelaskan olehnya, tren produksi telurnya terus menunjukkan peningkatan positif sejak mulai berproduksi pada Maret lalu. Dari yang awalnya hanya menghasilkan 15 kilogram per hari, kini melonjak hingga mencapai 19 kilogram karena sekitar 80 persen dari total ayamnya sudah produktif bertelur.

Meski saat ini harga pakan sedang merangkak naik dan harga jual telur di pasaran cenderung menurun, Sukirman mengaku tidak terlalu khawatir. Telur-telur hasil panennya dipasarkan dengan harga Rp27 ribu per kilogram dan selalu ludes diborong konsumen setiap hari.

"Pemesan telur dari ternak ayam petelur ini sudah banyak yang beli, mulai dari usaha roti, rumah makan, warung sembako, hingga kebutuhan rumah tangga di sekitar Kecamatan Lempuing," ungkapnya.

Menariknya, usaha peternakan yang dibangun di pekarangan belakang rumahnya ini dirintis Sukirman untuk mengisi masa pensiunnya.

Ia merupakan purnawirawan TNI yang sebelumnya berdinas di Kodim 0402/OKI. Selain menjadi aktivitas produktif di masa tua, ia juga ingin menjadi pelopor ketahanan pangan di desanya.

"Buka usaha ternak ayam petelur ini untuk mengisi kegiatan sehari-hari. Di desa kami belum ada yang membuka usaha ini, meskipun memang harus mengeluarkan modal yang cukup besar," kata Sukirman.

Saat ini, populasi ayam petelur yang dikelolanya berjumlah 550 ekor. Untuk operasional harian, ratusan ayam yang bibitnya didatangkan langsung dari Kota Metro, Provinsi Lampung ini menghabiskan satu karung pakan seberat 50 kilogram per hari.

"Jika seluruh ayam sudah bertelur maksimal, kapasitas produksinya diproyeksikan bisa menyentuh angka 30 kilogram per hari," ujarnya.

Sukirman sengaja memilih sektor ini karena menilai ayam petelur memiliki ketahanan tubuh yang baik dan tidak rentan terhadap penyakit.

Selain itu, masa produksinya tergolong panjang, yakni mencapai 2–3 tahun sejak awal bertelur.

"Saya berharap usaha ini lancar dan maju, sehingga bisa menunjang ketahanan pangan khususnya pemenuhan kebutuhan telur di wilayah Kecamatan Lempuing," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved