Berita OKI
Update Harga Sembako di OKI Hari ini, Bumbu Dapur Termasuk Cabai Turun Tapi Minyak Masih Tinggi
Harga bumbu dapur di pasar tradisional Kayuagung merosot tajam, terutama cabai rawit yang harganya anjlok hingga Rp20.000 per kilogram.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Harga bumbu dapur di pasar tradisional Kayuagung merosot tajam, terutama cabai rawit yang harganya anjlok hingga Rp20.000 per kilogram.
- Komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, dan telur ayam juga kompak turun, sementara harga minyak goreng masih stagnan tinggi.
- Pedagang berharap turunnya harga ini dapat kembali meningkatkan daya beli masyarakat.
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Setelah sempat pedas mencekik kantong, harga bumbu dapur di pasar tradisional Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan merosot tajam.
Penurunan harga terjadi terutama setelah beberapa waktu terakhir masyarakat kerap mengeluhkan tingginya harga kebutuhan dapur.
Melandainya harga saat ini sangat terasa untuk komoditas primadona seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan telur ayam.
Dikatakan pedagang Pasar Kayuagung, Rudi membenarkan sejak beberapa hari terakhir harga bumbu dapur berangsur-angsur merosot dari harga tertingginya.
Penurunan paling tajam bahkan terjadi pada cabai rawit yang anjlok hingga Rp20.000 per kilogram.
"Bawang merah sebelumnya dijual Rp60.000 hari ini turun menjadi Rp48.000 perkilo. Lalu bawang putih dari Rp48.000 menjadi Rp40.000," ungkap Rudi dibincangi TribunSumsel.com di lapaknya pada Sabtu (13/6/2026) siang.
Lebih lanjut, Rudi merincikan penurunan harga pada komoditas lainnya yang tak kalah penting.
"Cabai rawit turun dari Rp80.000 kini tinggal Rp60.000, dan telur ayam dari Rp26.000 menjadi Rp25.000 per kilonya," tambahnya.
Meski harga sayuran dan bumbu dapur kompak turun, situasi berbeda terjadi pada komoditas minyak goreng.
Rudi menyebut harganya masih tergolong stagnan di angka yang lumayan tinggi.
Untuk minyak goreng jenis curah masih berada di harga Rp22.000 perliter, sementara jenis kemasan bermerek bertengger di kisaran Rp46.000–Rp50.000 per 2 liternya.
"Minyak masih mantap harganya. Kita tunggu agen atau pengumuman saja. Kalau memang Minyakita resmi naik, ya otomatis kami di pasar ikut naik," tegas Rudi.
Kendati persoalan minyak goreng belum usai, turunnya harga bumbu-bumbu dapur membawa secercah harapan tersendiri bagi para pedagang kecil seperti Rudi.
Ia berharap tren penurunan ini membuat pasar kembali bergairah.
"Harapan kami sebagai pedagang, dengan harga yang mulai murah ini, ibu-ibu pembeli jadi tidak takut lagi untuk belanja lebih banyak. Kalau harga barang stabil dan terjangkau, otomatis yang beli makin ramai, barang dagangan cepat habis, dan omzet harian kami bisa ikut naik," pungkasnya penuh harap.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com
| Imbas Dolar Naik, Harga Pakan Ayam di Kayuagung Tembus Rp 25 Ribu Perkarung, Pedagang Kebingungan |
|
|---|
| Ketua DPRD OKI Farid Hadi Sasongko Terpilih sebagai Ketua DPC PKB OKI Periode 2026-2031 |
|
|---|
| Cara dan Alur Kunjungan di Lapas Kayuagung, Harus Lewati Pemeriksaan Berlapis |
|
|---|
| Sepanjang 2026, 913 Pasutri Ajukan Perceraian di Pengadilan Agama Kayuagung, 335 Resmi Berpisah |
|
|---|
| Petani di OKI Tewas Tersambar Petir di Sawah, Disaksikan Istri yang Kini Syok Berat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Update-Harga-Sembako-di-OKI-Hari-ini-Sembako-Turun-Tapi-Minyak-Masih-Tinggi.jpg)