OTT KPK di Muara Enim
Daftar 4 Bupati Muara Enim yang Terjerat Kasus Korupsi, Ada Juarsah hingga Edison dalam Satu Dekade
Dalam kurun waktu satu dekade, empat bupati/mantan bupati Muara Enim (Muzakir Sai Sohar, Ahmad Yani, Juarsah, dan Edison) terjerat kasus korupsi
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
- Dalam satu dekade terakhir, empat bupati/mantan bupati Muara Enim (Muzakir Sai Sohar, Ahmad Yani, Juarsah, dan Edison) secara bergiliran terjerat kasus korupsi.
- Keempatnya harus berhadapan dengan proses hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi, mulai dari gratifikasi alih fungsi lahan hingga suap proyek infrastruktur.
- Terbaru, Bupati Edison terjaring OTT KPK terkait penerimaan uang oleh penyelenggara negara dari pihak swasta untuk proyek pengadaan di Pemkab Muara Enim.
TRIBUNSUMSEL.COM – Penangkapan Bupati Muara Enim, Edison, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang catatan kelam birokrasi di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, daerah kaya sumber daya alam ini seolah tidak pernah lepas dari bayang-bayang gurita korupsi.
Sebagai informasi, Kabupaten Muara Enim adalah salah satu wilayah strategis di Provinsi Sumatera Selatan dengan ibu kota yang terletak di Kecamatan Muara Enim.
Secara geografis, kabupaten ini berada di tengah-tengah jalur perlintasan regional yang menghubungkan Kota Palembang dengan kota-kota lain di bagian barat Sumatera Selatan, serta berbatasan langsung dengan 9 kabupaten/kota tetangga.
Muara Enim dikenal sebagai salah satu lumbung energi terbesar di Sumatera Selatan.
Baca juga: Momen Bupati Muara Enim Edison Sebelum Terjaring OTT, Sempat Hadiri Acara Antikorupsi KPK
Daerah ini kaya akan sumber daya alam, khususnya batu bara (menjadi markas dari PT Bukit Asam Tbk), minyak bumi, gas alam, serta potensi panas bumi (geothermal).
Selain sektor pertambangan, roda ekonomi daerah ini juga ditopang kuat oleh sektor perkebunan kelapa sawit dan karet.
Ironinya, kini setidaknya ada empat bupati dan mantan bupati Muara Enim yang tercatat harus berurusan dengan meja hijau.
Berikut adalah rekam jejak keempat kepala daerah Muara Enim yang tersandung kasus korupsi:
1. Muzakir Sai Sohar (Periode 2014-2018)
Mantan Bupati Muara Enim dua periode ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan pada 12 November 2020.
Kasus: Proyek fiktif alih fungsi lahan produksi menjadi hutan tetap.
Muzakir terbukti menerima gratifikasi terkait proses alih fungsi lahan bermasalah tersebut yang merugikan keuangan negara hingga Rp5,8 miliar.
Pada 17 Juni 2021, Pengadilan Negeri Palembang menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp350 juta subsider 6 bulan kurungan.
Diketahui Muzakir merupakan mantan Bupati Muara Enim periode 2008-2014 dan 2014-2015.
Kini, ia telah meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumahnya menjelang usia ke-69 tahun.
Mengutip Sripoku.com, Muzakir pernah menjabat Wakil Ketua DPD Partai Golkar Muara Enim, dilanjutkan tahun 1995 hingga menjadi Ketua DPD Partai Golkar sampai dengan tahun 2017 dengan total 4 kali menjadi orang nomor satu di partai tersebut.
Tak hanya itu, ia berasal dari keluarga dengan tradisi kepemimpinan.
Ayahandanya, Muhammad Sai Sohar, juga pernah menjabat sebagai Bupati Muara Enim pada periode 1975–1980 dan 1980–1985.
Baca juga: Ini Kasus yang Menjerat Bupati Muara Enim Edison hingga di-OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
2. Ahmad Yani (Periode 2018-2019)
Baru sebentar mencicipi kursi kepemimpinan, Ahmad Yani terjaring OTT KPK pada 2 September 2019.
Kasus: Suap pengadaan 16 paket proyek jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muara Enim.
Ia terbukti menerima suap sebesar Rp3,1 miIiar dari seorang kontraktor bernama Robi Okta Fahlefi. Kasus ini juga menyeret pejabat berkompeten di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.
Selain Ahmad Yani, KPK juga menetapkan Kepala Bidang Pembangunan Jalan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Muara Enim, Elfin Muhtar, dan pemilik PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi, sebagai tersangka.
Di tingkat pertama, ia divonis 5 tahun penjara. Namun, setelah perkara bergulir hingga ke tingkat Mahkamah Agung, hukumannya diperberat menjadi 7 tahun penjara.
3. Juarsah (Periode 2020-2021)
H. Juarsah, S.H. (lahir 11 Desember 1967) adalah Bupati Muara Enim periode 2020—2021.
Juarsah awalnya merupakan Wakil Bupati yang naik takhta menggantikan Ahmad Yani yang dinonaktifkan karena korupsi.
Sialnya, ia justru ikut terseret dalam pusaran kasus yang sama.
Kasus: Pengembangan perkara suap proyek Dinas PUPR Muara Enim.
Dalam persidangan terungkap bahwa Juarsah turut menerima aliran dana sebesar Rp2,5 miliar saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Bupati, dari commitment fee proyek yang diatur bersama Ahmad Yani.
Vonis: Majelis hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara kepada Juarsah pada 29 Oktober 2021.
4. Edison (Bupati Aktif)
Edison menjadi nama terbaru yang masuk dalam daftar ini setelah terjaring OTT KPK dalam operasi senyap yang digelar di Jakarta dan Sumatera Selatan.
Kasus: Dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Muara Enim.
KPK mengamankan total 10 orang (5 dari pejabat Pemkab dan 5 dari pihak swasta) serta menyita barang bukti uang tunai ratusan juta rupiah.
KPK juga menyegel ruang kerja bupati, rumah dinas, serta Kantor Dinas Pendidikan Muara Enim untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan,” kata Budi dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Ini Kasus yang Menjerat Bupati Muara Enim Edison hingga di-OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
Selain Edison, lima orang lainnya turut diamankan.
Sementara itu, lima orang lainnya berasal dari pihak swasta yang diduga kuat bertindak sebagai penyuap atau rekanan proyek.
Hingga saat ini, tim KPK masih melakukan pendalaman di lapangan.
“Tim masih di lapangan, kami akan update kembali perkembangannya,” ujar Budi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Muara Enim, Edison.
"Untuk barang bukti, sejauh ini terinformasi ada uang tunai senilai ratusan juta rupiah," ujarnya.
Budi menyebutkan bahwa operasi senyap ini terkait penerimaan uang oleh penyelenggara negara dari pihak swasta untuk proyek pengadaan di Pemkab Muara Enim.
“Dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Penyelenggara Negara di wilayah Kabupaten Muara Enim dari pihak swasta, berkaitan dengan pengadaan-pengadaan yang ada di Pemkab Muara Enim,” ucap dia.
Bupati Muara Enim Edison ditangkap penyidik KPK di Sumatera Selatan dan masih diperiksa di Polda Sumsel
Menurut rencana, Edison akan dibawa ke Jakarta pada Selasa (9/6/2026).
Profil Bupati Muara Enim Edison
Edison lahir di Muara Enim pada 6 Maret 1968. Ia memiliki latar belakang panjang sebagai aparatur sipil negara (ASN) di bidang pertanahan, agraria, dan tata ruang.
Kariernya dimulai pada 1995 di Kantor Wilayah BPN Sumatera Selatan.
Ia kemudian dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, termasuk Kepala Kantor BPN di Palembang, Prabumulih, Musi Rawas, hingga Medan.
Sebelum terjun ke politik, Edison menjabat sebagai Kepala Bidang Pengadaan Tanah di Kanwil BPN Sumsel.
Ia juga menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya pada 2010 dan 2017.
Pada Pilkada 2024, ia berpasangan dengan Sumarni dari PDI Perjuangan dan memenangkan kontestasi dengan 113.698 suara atau 38,64 persen.
Pasangan ini kemudian resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com.
Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
| Momen Bupati Muara Enim Edison Sebelum Terjaring OTT, Sempat Hadiri Acara Antikorupsi KPK |
|
|---|
| Bupati Muara Enim Edison Kena OTT KPK, NasDem Sumsel Tegaskan: Beliau Bukan Kader Kami |
|
|---|
| Pasca-OTT KPK, Rumah Pribadi Bupati Muara Enim Edison di Pakjo Palembang Tampak Lengang |
|
|---|
| Malam Ini Diperiksa di Polda Sumsel, KPK Bakal Boyong Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok |
|
|---|
| Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK, Pengamat Sosial Soroti Lemahnya Integritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Dalam-kurun-waktu-satu-dekade-terakhir-empat-bupatimantan-bupati-Muara-Enim-Mu.jpg)