Berita Banyuasin

Pedagang di Banyuasin Bingung, Ngaku Kesulitan Mendapatkan Stok Beras Curah dan SPHP

Salah seorang agen beras di Pasar Sukajadi, H Ali, mengatakan pasokan beras dari supplier maupun beras SPHP dari Bulog saat ini sangat terbatas.

Tayang:
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/M. Ardiansyah
BERAS - Sisa beras yang dijual di kios beras milik H Ali yang berada di Pasar Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, Senin (8/6/2026). Stok beras saat ini dari supplier dan Bulog sudah beberapa minggu terakhir sulit masuk. 

Ringkasan Berita:
  • Pedagang beras di Pasar Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan beras dari supplier maupun Bulog dalam beberapa pekan terakhir.
  • Salah satu agen, H Ali, mengaku stok beras di kiosnya hampir habis dan hanya tersisa sekitar 20 kilogram, sementara pasokan beras SPHP juga belum kembali disalurkan.
  • Ia berharap supplier dan Bulog segera mengirim stok baru agar kiosnya tidak terpaksa tutup karena kehabisan barang dagangan.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN – Sejumlah pedagang beras di Pasar Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel mengaku kesulitan mendapatkan stok beras untuk dijual kembali dalam beberapa pekan terakhir.

Salah seorang agen beras di Pasar Sukajadi, H Ali, mengatakan pasokan beras dari supplier maupun beras SPHP dari Bulog saat ini sangat terbatas.

"Saya sudah meminta pasokan beras dari supplier kawasan jalur sebanyak tiga ton. Namun, yang bisa dikirim hanya setengah ton dan sampai sekarang barangnya juga belum datang. Katanya stok beras terbatas karena petani sudah selesai panen," ujar H Ali, Senin (8/6/2026).

Selain menjual beras curah medium seharga Rp14.500 per kilogram, H Ali juga biasa menjual beras SPHP dari Bulog.

Namun, hingga kini ia belum lagi menerima pasokan beras SPHP meski telah beberapa kali mengajukan permintaan.

"Saat minta ke Bulog, jawabannya belum bisa mengisi. Alasan pastinya saya juga tidak tahu. Saat ini stok beras di kios saya hampir habis, hanya tersisa sekitar 20 kilogram. Itu pun stok lama yang tersisa sejak Lebaran Idul Adha. Sampai sekarang belum ada beras baru yang masuk, baik dari supplier maupun Bulog," katanya.

Baca juga: Update Harga Sembako di Pasar Induk Jakabaring Palembang, Telur Ayam Anjlok Tapi Beras Kompak Naik

Menurut H Ali, kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya daya beli masyarakat. Ia mengaku penjualan beras di kiosnya juga mengalami penurunan karena sebagian besar pembeli hanya membeli dalam jumlah kecil.

"Kebanyakan pembeli sekarang membeli beras kiloan dari beras curah. Tidak banyak yang membeli dalam jumlah besar seperti biasanya," ujarnya.

Terkait beras asal Belitang, H Ali mengaku enggan mengambil risiko menjualnya karena harga modal yang sudah cukup tinggi.

"Modal beras Belitang sekitar Rp15.500 per kilogram. Kalau dijual di atas Rp17.000 per kilogram, akan sulit laku di pasaran," jelasnya.

H Ali berharap supplier maupun Bulog segera menyalurkan kembali stok beras agar kiosnya tetap bisa beroperasi. Ia khawatir jika dalam beberapa hari ke depan tidak ada pasokan masuk, usahanya terpaksa tutup sementara.

"Kalau bisa stok segera tersedia dan harga tetap stabil. Dengan harga sekarang saja saya tidak berani menyimpan banyak stok karena khawatir tidak habis terjual," pungkasnya.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam salruan whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved