Berita Pemkab OKU Timur

Kuota BBM Ditambah Dua Kali Lipat, Bupati OKU Timur Minta Warga Tak Panik dan Hindari Penimbunan

Tindakan penimbunan maupun panic buying justru dapat mengganggu distribusi yang sedang berangsur normal.

Tayang:
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Weni Wahyuny
Pemkab OKU Timur
PENANGANAN -- Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, S.T., M.T., M.M. memberikan keterangan terkait penanganan kelangkaan BBM di wilayah Belitang dan sekitarnya, Jumat (22/5/2026) malam. Pemkab OKU Timur memastikan kuota pengiriman BBM ditambah dua kali lipat dari 16.000 liter menjadi 32.000 liter serta mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying maupun penimbunan. 

Ringkasan Berita:
  • Kuota BBM ditambah 100 persen, dari 16.000 liter menjadi 32.000 liter per hari setelah koordinasi Pemkab OKU Timur dengan Pertamina.
  • Penambahan pasokan ditujukan untuk mengurai antrean panjang dan menormalkan aktivitas ekonomi serta transportasi masyarakat Belitang Raya.
  • Bupati Enos mengimbau warga tidak panic buying dan tidak mudah percaya isu terkait pembatasan pembelian maupun perubahan harga BBM yang belum memiliki kepastian resmi.

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan bergerak cepat merespons krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dalam beberapa hari terakhir memicu antrean panjang di sejumlah SPBU wilayah Belitang dan kecamatan sekitarnya. 

Setelah berkoordinasi langsung dengan Pertamina, Pemkab memastikan pasokan BBM untuk wilayah terdampak kini ditingkatkan hingga dua kali lipat dari kuota normal.

Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, S.T., M.T., M.M., mengatakan langkah penambahan pasokan dilakukan untuk mengatasi keluhan masyarakat yang kesulitan memperoleh BBM dan mengembalikan kelancaran aktivitas ekonomi maupun transportasi warga.

Menurutnya, hasil koordinasi dengan Pertamina menghasilkan penambahan kuota pengiriman BBM dari sebelumnya 16.000 liter menjadi 32.000 liter per hari atau meningkat 100 persen.

“Menindaklanjuti kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah Belitang dan kecamatan sekitarnya, kemarin saya telah berkoordinasi langsung dengan Pertamina guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Alhamdulillah, mulai hari ini telah dilakukan penambahan kuota pengiriman BBM dari sebelumnya 16.000 liter menjadi 32.000 liter atau meningkat dua kali lipat,” ujar Lanosin, Jumat (22/5/2026) malam.

Penambahan pasokan tersebut diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan yang selama beberapa hari terakhir terlihat mengular di sejumlah SPBU dan Pertashop.

Baca juga: Prakiraan Cuaca OKU Timur Sabtu 23 Mei 2026: Seluruh Kecamatan Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Kelangkaan BBM sebelumnya tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas usaha kecil, sektor distribusi barang, hingga kegiatan ekonomi harian warga di kawasan Belitang Raya.

Bupati yang akrab disapa Enos itu menegaskan bahwa tambahan pasokan akan efektif apabila masyarakat tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Ia mengingatkan bahwa tindakan penimbunan maupun panic buying justru dapat mengganggu distribusi yang sedang berangsur normal.

“Dengan adanya tambahan ini, diharapkan masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan BBM kendaraan dengan lebih lancar sehingga aktivitas dan operasional sehari-hari dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Minta Masyarakat Tenang

Selain persoalan distribusi, Pemkab OKU Timur juga menyoroti beredarnya berbagai informasi yang belum terverifikasi terkait isu pembatasan jumlah pembelian maupun perubahan harga BBM yang disebut-sebut akan berlaku pada 1 Juni mendatang.

Lanosin meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai kabar yang belum memiliki dasar resmi.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada pengumuman maupun kepastian dari pemerintah ataupun Pertamina terkait isu tersebut.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan penimbunan BBM. Di tengah kondisi global yang saat ini sedang kurang baik, kita semua harus bijak dan berhemat dalam penggunaan BBM agar distribusi tetap merata dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” tegasnya.

Baca juga: BBM Langka di OKU Timur Hingga Antrean Mengular di SPBU, Harga Eceran Pertamax Tembus Rp24 Ribu

Ia menambahkan, menjaga ketenangan dan tidak terpengaruh isu yang belum jelas sumbernya menjadi bagian penting dalam upaya memulihkan kondisi distribusi BBM di daerah.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved