Berita Muba

Jadi Keluhan Warga, 14 KM Jalan Rusak di Sako Suban Muba Mulai Diperbaiki

Perbaikan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat, pemerintah kecamatan

Tayang:
Penulis: Fajri Ramadhoni | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Pemkab Muba
PERBAIKAN JALAN - Alat berat dikerahkan untuk memperbaiki akses jalan Desa Sako Suban, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Muba, yang selama ini rusak dan berlumpur. Perbaikan jalan sepanjang 14 kilometer tersebut dilakukan secara gotong royong warga dan PT Marga Bara Jaya. 
Ringkasan Berita:
  • Akses jalan sepanjang 14 kilometer menuju Desa Sako Suban, Musi Banyuasin, mulai diperbaiki secara gotong royong oleh warga, pemerintah kecamatan, dan PT Marga Bara Jaya melalui program CSR.
  • Perbaikan difokuskan pada titik jalan rusak yang selama ini menghambat aktivitas warga, terutama saat hujan dan distribusi hasil kebun.
  • Pemerintah daerah mendorong perusahaan sekitar ikut berkontribusi mempercepat pembangunan infrastruktur desa demi mendukung perekonomian masyarakat.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU – Akses jalan menuju Desa Sako Suban, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel mulai diperbaiki setelah lama dikeluhkan warga akibat kondisi rusak dan sulit dilalui, terutama saat hujan.

Perbaikan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat, pemerintah kecamatan, serta dukungan PT Marga Bara Jaya (MBJ) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Camat Batang Hari Leko, Ahmad Saropi, mengatakan perbaikan difokuskan pada ruas jalan sepanjang 14 kilometer yang menjadi akses utama masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil kebun, menuju sekolah, hingga memperoleh layanan kesehatan.

“Kondisi jalan sebelumnya cukup menyulitkan warga, terutama saat hujan karena banyak titik berlumpur dan sulit dilintasi kendaraan. Jalan ini menjadi urat nadi masyarakat Desa Sako Suban,” ujar Ahmad, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, perbaikan dilakukan selama tujuh hari dengan fokus pada titik-titik kerusakan yang paling parah dan kerap menghambat mobilitas warga.

Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat dalam proses perbaikan menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap akses jalan tersebut. Selain digunakan untuk mobilitas harian, jalan itu juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga.

“Alat berat milik perusahaan bersama warga ikut terlibat dalam proses perbaikan agar aktivitas masyarakat kembali lancar,” katanya.

Perbaikan dilakukan dengan meratakan permukaan jalan serta menimbun sejumlah titik menggunakan batu agar lebih mudah dilalui kendaraan.

“Kalau akses jalan sudah membaik, tentu akan membantu masyarakat, terutama dalam membawa hasil kebun,” tambahnya.

Baca juga: Jalan Rusak di Lorong Terusan 1 Palembang Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Harap Bantuan Pemerintah

Baca juga: Jalan Kolonel H Nazom Nurhawi Sekayu Rusak Parah, Warga Keluhkan Banyak Lubang dan Genangan Air

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin, HM Toha Tohet, menegaskan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur desa, khususnya jalan yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Ia juga meminta perusahaan yang berada di wilayah sekitar turut berperan aktif membantu pembangunan tanpa harus menunggu instruksi pemerintah.

“Kami meminta perusahaan di wilayah ring satu terlibat langsung. Kolaborasi seperti ini perlu terus didorong agar pembangunan bisa dirasakan hingga ke desa,” ujarnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved