Karhutla di Sumsel

Hadapi Kemarau Panjang, Kabupaten OKI Tetapkan Siaga Darurat Karhutla Hingga Desember 2026

Pemkab OKI menetapkan status siaga darurat karhutla hingga Desember 2026 guna mengantisipasi kemarau panjang dan potensi fenomena ekstrem El Nino.

Dokumentasi/Pemkab OKI
SIAGA KARHUTLA -- Personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, manggala agni, hingga masyarakat peduli api (MPA) melaksanakan kesiapan pasukan penanganan karhutla di halaman GOR Biduk Kajang Kayuagung pada Rabu (22/4/2026) siang. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten OKI menetapkan status siaga darurat karhutla hingga Desember 2026 guna mengantisipasi kemarau panjang dan potensi fenomena ekstrem El Nino.
  • Ratusan personel disiagakan dan didukung peralatan penangan karhutla senilai Rp1,5 miliar bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
  • Bupati OKI juga menginstruksikan perusahaan menjaga wilayah dari potensi karhutla.

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) resmi menetapkan status siaga darurat bencana asap hingga Desember 2026, menyusul meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung panjang.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menjelaskan bahwa apel besar yang diadakan hari ini diambil untuk memperkuat koordinasi antarinstansi, yang diinisiasi Kapolres OKI guna menyatukan visi seluruh instansi terkait.

"Penetapan status siaga darurat karhutla telah dilakukan sejak pekan lalu dan hari ini diperkuat melalui apel besar pasukan dan peralatan. Kita melibatkan seluruh komponen, mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga MPA dan tokoh masyarakat," ujar Muchendi usai mengecek kesiapan pasukan di halaman GOR Biduk Kajang, Kayuagung, pada Rabu (22/4/2026) siang.

Menurutnya, Kabupaten OKI merupakan wilayah yang rawan karhutla sehingga diperlukan koordinasi dan kesiapsiagaan yang matang.

"Kita tahu Kabupaten OKI termasuk salah satu wilayah yang sangat rawan terhadap karhutla dan kabut asap. Maka dari itu, hari ini kita kumpulkan semua memantapkan koordinasi dan latihan," tambahnya.

Muchendi menjelaskan, tantangan tahun ini diperkirakan lebih berat dengan adanya potensi fenomena iklim ekstrem El Nino yang dapat memicu cuaca panas dan meningkatkan kerawanan kebakaran, khususnya di lahan gambut.

"Status siaga darurat ini akan berlaku hingga bulan Desember 2026. Seluruh personel akan melakukan patroli rutin melalui jalur darat dan udara untuk memantau potensi kemunculan titik api," terangnya.

Saat disinggung mengenai kesiapan peralatan, Muchendi menyebut jika Pemkab OKI mendapat dukungan peralatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan nilai sekitar Rp 1,5 miliar.

"Alhamdulillah, kita dibantu peralatan yang nilainya mencapai Rp 1,5 miliar untuk memperkuat penanganan. Alat-alat tersebut akan kita optimalkan bersama peralatan yang sudah ada," jelasnya.

Selain itu, Pemkab OKI berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menjaga produktivitas sektor pertanian selama musim kemarau.

"Kami sudah usulkan bantuan pompa air di titik-titik pertanian. Harapannya, walaupun musim kering, masyarakat tetap bisa berproduksi dan lahan mereka terjaga dari api," kata dia.

Bupati juga mengingatkan perusahaan perkebunan agar aktif menjaga wilayah konsesi masing-masing guna mencegah meluasnya titik api.

"Perusahaan-perusahaan juga sudah kita hubungi untuk menjaga wilayah konsesinya dan itu ada radius yang harus ditaati," pungkasnya.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved