Berita OKU Timur
Tantangan DLH OKU Timur Untuk Tangani 120 Ton Sampah per Hari, Disaat Armada Pengangkut Terbatas
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKU Timur menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Volume sampah di OKU Timur mencapai sekitar 120 ton per hari.
- Keterbatasan armada membuat layanan belum menjangkau seluruh wilayah.
- DLH dorong pemilahan sampah, bank sampah, dan partisipasi masyarakat
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKU Timur menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.
Setiap hari, volume sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai sekitar 120 ton, sementara keterbatasan armada pengangkut masih menjadi kendala utama dalam menjangkau seluruh wilayah secara optimal.
Meski dihadapkan pada keterbatasan tersebut, DLH OKU Timur terus mengupayakan berbagai langkah strategis untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.
Optimalisasi pengangkutan dan pengolahan sampah dilakukan secara bertahap, seiring meningkatnya kebutuhan layanan di tengah aktivitas masyarakat yang kian tinggi.
Pemerintah daerah melalui DLH juga telah menambah sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebagai titik kumpul sampah sebelum diangkut ke lokasi pengolahan akhir.
Tidak hanya itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, terutama terkait pentingnya memilah sampah sejak dari sumber rumah tangga.
Baca juga: Pemkot Palembang Gencarkan Edukasi KIE, Kelola Sampah dengan Sistem Baik dan Sesuai Prosedur
Baca juga: Pemkot Palembang Bakal Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Keramasan, Hasilkan Hingga 20 MW
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH OKU Timur, Suhaimi, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.
Menurutnya, peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi beban pengelolaan sampah harian yang terus meningkat.
“Dengan kondisi armada yang masih terbatas, kami harus memaksimalkan rute dan jadwal pengangkutan. Namun, kami juga sangat membutuhkan dukungan masyarakat, terutama dalam hal pemilahan sampah dan pengurangan sampah dari sumbernya,” ujar Suhaimi, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan, program bank sampah yang telah berjalan di sejumlah desa dan kelurahan menjadi salah satu solusi konkret dalam menekan volume sampah.
Selain bernilai ekonomis, program ini dinilai mampu membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kami terus mendorong pembentukan dan penguatan bank sampah. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat jika dikelola dengan baik,” tambahnya.
Di sisi lain, DLH juga rutin menggerakkan kegiatan gotong royong bersama warga sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan secara kolektif.
Namun demikian, Suhaimi mengakui masih ada beberapa wilayah yang belum terlayani maksimal akibat keterbatasan sarana dan prasarana.
| Duku Komering di Rasuan OKU Timur Kembali Tak Berbuah, Terdampak Cuaca & Lingkungan, Petani Terpukul |
|
|---|
| Penjelasan Dinas Pertanian OKU Timur Soal Dugaan Penyelundupan 10 Ton Pupuk Subsidi ke Pangkalpinang |
|
|---|
| 5 Fakta Lansia di OKUT Tewas Ditikam saat Hendak Salat Magrib di Masjid, Pelaku Positif Narkoba |
|
|---|
| Bandar Narkoba OKU Timur Digerebek Polisi, Simpan Senpi dan 9 Amunisi, Terancam Hukuman Mati |
|
|---|
| Tangis Keluarga Ungkap Detik-detik Mengerikan Lansia di OKU Timur Tewas Ditikam, Niat Ingin Umrah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Tantangan-DLH-OKU-Timur-Untuk-Tangani-120-Ton-Sampah-per-Hari-Disaat-Armada-Pengangkut-Terbatas.jpg)