Berita Pemkab OKU Timur

Musrenbang RKPD 2027, OKU Timur Hadapi Tantangan Anggaran dan Jaga Sektor Pangan

Forum ini menjadi titik krusial untuk menyeimbangkan target pertumbuhan ekonomi dengan keterbatasan fiskal yang dihadapi daerah.

Penulis: Choirul Rahman | Editor: Sri Hidayatun
Tribunsumsel.com/Choirul Rahman
Pemerintah Kabupaten OKU Timur mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang digelar di Balai Rakyat Pemkab OKU Timur, Senin (30/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten OKU Timur mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)
  • Musrenbang dibuka langsung Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, akademisi, forum anak, serta tokoh agama
  • Enos menyebut daerahnya sebagai salah satu penopang program nasional di bidang pangan, dengan kontribusi sektor pertanian mencapai 60 hingga 70 persen terhadap struktur ekonomi daerah.

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten OKU Timur mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang digelar di Balai Rakyat Pemkab OKU Timur, Senin (30/3/2026).

Forum ini menjadi titik krusial untuk menyeimbangkan target pertumbuhan ekonomi dengan keterbatasan fiskal yang dihadapi daerah.

Musrenbang dibuka langsung Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, akademisi, forum anak, serta tokoh agama.

Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Enos menekankan pentingnya forum ini sebagai titik temu antara kebijakan pusat dan kebutuhan riil daerah.

“Musrenbang ini bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi momentum menyatukan arah pembangunan. Kita harus mampu menerjemahkan kebijakan pusat agar selaras dengan kondisi daerah,” ujar Enos, Senin (30/3/2026).

Namun, di balik optimisme tersebut, Enos mengingatkan adanya tantangan serius, terutama dari sisi kemampuan anggaran.

Ia secara terbuka mengakui kondisi fiskal daerah yang sedang tidak ideal.

“Kita harus jujur, kondisi fiskal kita tidak sedang baik-baik saja. Artinya, setiap program harus benar-benar terukur, tepat sasaran, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi OKU Timur.

Enos menyebut daerahnya sebagai salah satu penopang program nasional di bidang pangan, dengan kontribusi sektor pertanian mencapai 60 hingga 70 persen terhadap struktur ekonomi daerah.

“Capaian produksi 1 juta ton gabah kering panen pada 2025 adalah prestasi besar. Ini menempatkan OKU Timur dalam empat besar nasional. Tantangannya sekarang adalah mempertahankan bahkan meningkatkan capaian itu, tanpa mengabaikan kesejahteraan petani,” katanya.

Baca juga: Safari Ramadhan Berakhir di Belitang Jaya, Wujud Kedekatan Pemkab OKU Timur dengan Masyarakat

Menurutnya, pembangunan ke depan harus mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi dan keberlanjutan sektor pertanian, termasuk dukungan infrastruktur, teknologi, serta akses pasar bagi petani.

Sementara itu, Kepala Bapperida OKU Timur, Maryus Markus Firdaus, menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 difokuskan pada penyepakatan berbagai komponen penting pembangunan, mulai dari identifikasi masalah hingga penentuan program prioritas.

“Forum ini menjadi ruang konsolidasi seluruh pemangku kepentingan untuk menyepakati arah pembangunan. Tidak hanya soal program, tetapi juga indikator kinerja, pagu indikatif, hingga lokasi kegiatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tema pembangunan tahun 2027 diarahkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas, kemudahan investasi, dan penguatan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved